5 pemain lokal termahal

Musim 2025/2026 BRI Super League resmi dimulai pada Jumat (8/8/2025), menandai kembalinya kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia. Laga pembuka mempertemukan Persebaya Surabaya dan tim promosi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Namun, selain atmosfer kompetisi yang kembali bergulir, perhatian juga tertuju pada nilai pasar pemain—khususnya para pemain lokal yang kini semakin mendapat tempat di bursa transfer.

Dalam lanskap kompetisi yang semakin kompetitif dan profesional, nilai pasar pemain menjadi salah satu indikator kualitas dan performa. Berikut lima pemain lokal dengan nilai pasar tertinggi di BRI Super League musim ini, berdasarkan data Transfermarkt:


1. Jordi Amat (Persija Jakarta) – Rp11,30 Miliar

Jordi Amat menjadi pemain lokal dengan nilai pasar tertinggi musim ini. Bek naturalisasi yang baru memperkuat Persija Jakarta ini ditaksir memiliki nilai pasar sebesar Rp11,30 miliar. Pengalaman panjang di Eropa, termasuk di La Liga bersama Espanyol dan Real Betis, menjadikan Amat sebagai salah satu pemain dengan nilai teknis dan komersial tinggi. Meskipun baru menjalani musim debutnya di Indonesia, statusnya langsung melonjak di antara para pemain lokal lainnya.


2. Rizky Ridho (Persija Jakarta) – Rp9,56 Miliar

Rekan setim Amat di lini belakang Persija, Rizky Ridho, berada di posisi kedua. Nilai pasar pemain berusia 23 tahun ini mencapai Rp9,56 miliar. Performanya yang konsisten, baik di level klub maupun timnas, menjadikan Ridho sebagai salah satu bek muda terbaik tanah air. Dengan usia yang masih cukup muda dan performa stabil, potensinya untuk terus naik sangat terbuka.


3. Marc Klok (Persib Bandung) – Rp6,95 Miliar

Di urutan ketiga ada gelandang Marc Klok dari Persib Bandung. Pemain naturalisasi asal Belanda ini memiliki nilai pasar Rp6,95 miliar. Meski telah memasuki usia 32 tahun, kontribusinya di lapangan masih sangat signifikan. Sejak bergabung pada 2021, Klok telah tampil lebih dari 120 kali dan menyumbang puluhan gol serta assist, menjadikannya salah satu motor permainan utama Maung Bandung.


4. Yakob Sayuri (Malut United) – Rp6,08 Miliar

Pemain sayap Yakob Sayuri yang kini membela Malut United berada di posisi keempat. Dengan nilai pasar sebesar Rp6,08 miliar, Yakob tampil menonjol musim lalu dengan mencetak 10 gol dan menyumbangkan enam assist dari 28 penampilan. Kecepatan dan agresivitasnya di sisi sayap menjadi andalan tim asal Indonesia Timur itu.


5. Egy Maulana Vikri (Dewa United) – Rp6,08 Miliar

Pemain sayap serba bisa, Egy Maulana Vikri, melengkapi lima besar dengan nilai pasar yang sama dengan Yakob, yakni Rp6,08 miliar. Meski kariernya sempat naik-turun, Egy tetap dianggap sebagai salah satu talenta terbaik Indonesia. Kemampuannya bermain di berbagai posisi lini serang memberikan fleksibilitas penting bagi Dewa United.


Pemain Lokal dalam Bayang-Bayang Pemain Asing

Meski kompetisi musim ini kembali dibanjiri pemain asing dengan nilai pasar tinggi—termasuk Thijmen Goppel (Rp12,17 miliar) sebagai pemain termahal—kehadiran Jordi Amat dan Rizky Ridho dalam jajaran elite menjadi kabar baik bagi masa depan pemain lokal. Dominasi pemain asing memang sulit dihindari, terlebih setelah regulasi baru yang mengizinkan klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing.

Namun, fakta bahwa dua pemain lokal masuk dalam deretan pemain paling berharga menunjukkan bahwa pemain Indonesia tetap bisa bersaing secara kualitas dan finansial.


Investasi Klub dan Masa Depan Pemain Lokal

Persija Jakarta menjadi contoh klub yang serius berinvestasi pada pemain lokal berkualitas. Duet bek tengah Jordi Amat dan Rizky Ridho yang memiliki total nilai pasar Rp20,86 miliar mencerminkan pendekatan klub yang tidak hanya mengandalkan pemain asing.

Hal ini menjadi cerminan arah baru dalam manajemen klub Indonesia: menghargai pemain lokal sesuai performa dan potensi pasar.


Kesimpulan: Harapan dan Tantangan untuk Talenta Lokal

Meningkatnya nilai pasar para pemain lokal di BRI Super League 2025/2026 menandakan tren positif dalam perkembangan sepak bola Indonesia. Ke depan, tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara masuknya pemain asing berkualitas dan ruang berkembang bagi talenta lokal.

Pemain seperti Jordi Amat, Rizky Ridho, hingga Egy Maulana Vikri bisa menjadi inspirasi bahwa pemain Indonesia punya tempat untuk bersinar di liga yang semakin kompetitif ini. Jika dikelola dengan baik, liga bisa menjadi ladang pembibitan sekaligus etalase utama kebangkitan sepak bola nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *