LONDON – Stamford Bridge kembali menjadi saksi bisu rapuhnya pertahanan Chelsea saat menghadapi tekanan mental di babak kedua. Dalam lanjutan pekan ke-19 Liga Inggris yang berlangsung Minggu (28/12) dinihari WIB, The Blues harus meratapi nasib setelah keunggulan mereka sirna di tangan Aston Villa. Pasukan Unai Emery berhasil mencuri poin penuh dengan skor tipis 1-2, berkat penampilan heroik pemain pengganti, Ollie Watkins.

Kekalahan ini bukan sekadar hilangnya tiga poin bagi armada Enzo Maresca, melainkan sebuah tamparan keras bagi ambisi mereka kembali ke zona Liga Champions. Chelsea kini melorot ke peringkat kelima klasemen sementara dengan 29 poin, tertinggal tiga angka dari Liverpool di posisi keempat. Sementara itu, kemenangan ini semakin mengukuhkan status Aston Villa sebagai kuda hitam pacu juara, duduk nyaman di peringkat ketiga dengan koleksi 39 poin.

Babak Pertama: Dominasi Biru yang Sia-sia

Sejak peluit pertama dibunyikan, Chelsea sebenarnya tampil sangat menjanjikan. Dengan dukungan penuh publik tuan rumah, The Blues langsung mengambil inisiatif serangan. Lini tengah yang dikomandoi Moses Caicedo dan Enzo Fernandez tampak menguasai ritme permainan. Baru dua menit laga berjalan, Cole Palmer sudah menebar ancaman lewat tendangan voli setelah menerima umpan matang dari Caicedo, meski bola masih menyamping tipis.

Kombinasi antara Palmer, Alejandro Garnacho, dan Joao Pedro terus merepotkan barisan pertahanan The Villans. Di menit ke-18, sebuah skema serangan balik cepat hampir membuahkan hasil. Palmer yang melakukan tusukan ke jantung pertahanan lawan mengirim bola ke Garnacho, yang kemudian memberikan operan manis ke Enzo Fernandez. Sayangnya, penyelesaian akhir pemain asal Argentina itu masih jauh dari target.

Gempuran Chelsea akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-37. Berawal dari situasi sepak pojok di sisi kanan, kapten Reece James mengirimkan umpan lambung yang sangat presisi ke arah kotak penalti. Joao Pedro berada di posisi yang tepat; bola mengenai badannya dan mengecoh Emiliano Martinez yang sudah mati langkah. Skor 1-0 untuk Chelsea bertahan hingga turun minum, meski Cole Palmer sempat nyaris menggandakan keunggulan di menit-menit akhir babak pertama.

Baca Juga:

Patrick Dorgu Jadi Pahlawan, Manchester United Tembus Lima Besar

Magis Ollie Watkins

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan berubah drastis. Aston Villa yang tampak tertekan di babak pertama mulai berani keluar menyerang. Keputusan Unai Emery memasukkan Ollie Watkins terbukti menjadi kunci kemenangan tim tamu.

Chelsea sebenarnya sempat mengklaim penalti saat bola hasil umpan silang Garnacho mengenai lengan Ian Maatsen. Namun, setelah tinjauan VAR yang cukup menegangkan, wasit memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran yang terjadi. Momen ini seolah menjadi titik balik mental bagi kedua tim.

Petaka bagi Chelsea dimulai di menit ke-63. Sebuah kesalahan fatal di lini belakang saat Badiashile kehilangan penguasaan bola dimanfaatkan dengan cerdik oleh Morgan Rogers. Ia mengirim umpan terobosan akurat kepada Ollie Watkins. Meski Robert Sanchez sempat menyentuh bola hasil tendangan mendatar Watkins, derasnya laju bola tetap membuat jaring gawang Chelsea bergetar. Skor berubah menjadi 1-1.

Akhir yang Pahit bagi The Blues

Saat tensi pertandingan memuncak, Chelsea justru kehilangan konsentrasi. Pada menit ke-75, melalui skema bola mati, Aston Villa berhasil membalikkan keadaan. Berawal dari sepak pojok, Ollie Watkins kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan keras yang menghujam sudut atas gawang. Sanchez hanya bisa terpaku melihat bola masuk ke gawangnya.

Di sisa waktu pertandingan, Chelsea mencoba membombardir pertahanan Villa. Namun, penampilan gemilang Emiliano Martinez dan sapuan garis gawang yang dilakukan John McGinn memastikan kemenangan tim tamu. Ketegangan sempat terjadi di menit-menit akhir ketika Robert Sanchez melakukan kesalahan konyol dengan terpeleset saat membawa bola di luar kotak penalti, memberikan tendangan bebas bagi Villa. Beruntung bagi Chelsea, eksekusi Lucas Digne masih bisa diamankan.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 untuk Aston Villa tetap bertahan. Chelsea kini harus menghadapi kenyataan pahit: mereka tidak hanya kalah secara skor, tetapi juga mulai dibayangi oleh Manchester United di posisi keenam yang kini memiliki poin identik.

Kemenangan ini membuktikan bahwa Aston Villa adalah penantang serius gelar musim ini. Dengan 39 poin, mereka kini hanya berjarak tipis dari puncak klasemen. Bagi Chelsea, kekalahan ini menjadi sinyal merah bagi sektor pertahanan mereka yang sering kali kehilangan fokus setelah memimpin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *