NEWCASTLE – Manchester City menunjukkan mengapa mereka tetap menjadi standar tertinggi sepak bola Inggris. Bertamu ke markas angker Newcastle United, St. James’ Park, pada leg pertama semifinal Carabao Cup, Rabu (14/1/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Pep Guardiola berhasil mencuri keunggulan krusial dengan kemenangan bersih 2-0.
Meski sempat tertekan oleh atmosfer luar biasa dari suporter tuan rumah, The Citizens menunjukkan efisiensi luar biasa. Dua gol dari duo penggawa anyar, Antoine Semenyo dan Rayan Cherki, memastikan satu kaki City sudah menapak di partai final Wembley.
Babak Pertama: Kebuntuan Taktis dan Ancaman Wissa
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Newcastle, di bawah arahan Eddie Howe, langsung mencoba menggebrak sejak peluit pertama dibunyikan. Baru empat menit laga berjalan, Yoane Wissa hampir saja membawa publik tuan rumah bersorak. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Stefan Ortega, Wissa melepaskan tembakan jarak dekat. Sayangnya, akurasi masih menjadi kendala bagi sang striker; bola melenceng tipis di sisi gawang.
Setelah peluang tersebut, pertandingan berubah menjadi duel catur yang alot di lini tengah. Manchester City, yang biasanya mendominasi penguasaan bola sejak menit awal, kali ini tampak kesulitan menembus blokade rendah yang diterapkan Newcastle. Selama 30 menit pertama, statistik menunjukkan pemandangan yang langka: Manchester City gagal melepaskan satu pun tembakan percobaan. Absennya kreativitas di sepertiga akhir lapangan membuat Erling Haaland tampak terisolasi di depan.
Drama Tiang Gawang dan Efisiensi Semenyo
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat drastis. Newcastle hampir memecah kebuntuan lewat kapten mereka, Bruno Guimaraes. Pemain asal Brasil itu melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang sudah menaklukkan Ortega, namun dewi fortuna belum memihak tuan rumah—bola membentur tiang gawang dengan keras.
Kegagalan Newcastle memanfaatkan peluang tersebut berakibat fatal. Pada menit ke-53, City menunjukkan kelasnya dalam serangan balik cepat. Bernardo Silva merangsek dari sisi sayap dan mengirimkan umpan silang mendatar yang sangat tajam. Antoine Semenyo, yang bergerak cerdik di antara pemain bertahan lawan, menyambar bola dengan sontekan maut. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Baca Juga:
Bom Waktu di Old Trafford: Ruben Amorim Dipecat Usai ‘Serangan Terbuka’
Kontroversi VAR dan Drama Haaland
Semenyo sebenarnya sempat merayakan gol keduanya sepuluh menit kemudian. Namun, kegembiraan pendukung City terhenti oleh intervensi teknologi. Wasit harus meninjau VAR selama hampir lima menit yang menegangkan. Keputusan akhir menyatakan bahwa Erling Haaland berada dalam posisi offside saat proses terjadinya gol, sehingga gol tersebut dianulir.
Momentum ini sempat dimanfaatkan Newcastle untuk bangkit. Didorong oleh teriakan ribuan pendukungnya, The Magpies terus mengurung pertahanan City. Beberapa peluang lahir melalui bola mati dan pergerakan sayap, namun koordinasi pertahanan City yang dipimpin Ruben Dias tetap solid menjaga kesucian gawang mereka.
Rayan Cherki Menutup Pesta
Saat laga tampak akan berakhir dengan skor tipis, City memberikan pukulan pamungkas di masa injury time. Pemain pengganti, Rayan Ait-Nouri, melakukan overlap gemilang di sisi kiri sebelum melepaskan umpan tarik yang akurat. Rayan Cherki, talenta muda yang terus bersinar musim ini, dengan tenang menceploskan bola ke pojok bawah gawang Newcastle.
Gol di detik-detik akhir ini mengubah skor menjadi 2-0, sekaligus menjadi modal yang sangat berharga bagi Manchester City sebelum mereka kembali ke Manchester.
Statistik Pertandingan
| Statistik | Newcastle United | Manchester City |
| Penguasaan Bola | 44% | 56% |
| Tembakan (Tepat Sasaran) | 12 (3) | 9 (4) |
| Tendangan Sudut | 6 | 4 |
| Pelanggaran | 11 | 8 |
Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Eddie Howe. Newcastle kini memikul misi mustahil; mereka harus menang dengan selisih minimal tiga gol saat melawat ke Etihad Stadium pada leg kedua yang dijadwalkan hari Kamis, 5 Februari 2026.
Bagi Pep Guardiola, kemenangan ini membuktikan kedalaman skuadnya. Meski Haaland tidak mencetak gol, pemain-pemain seperti Semenyo dan Cherki mampu menjadi pembeda. Dengan performa klinis seperti ini, Manchester City tampaknya sangat sulit dihentikan untuk merengkuh trofi Carabao Cup musim ini.