MANCHESTER – Gelombang kejutan terjadi di lantai bursa transfer musim dingin 2026. Manchester City secara resmi mengonfirmasi keberhasilan mereka mengamankan tanda tangan bek tengah papan atas Inggris, Marc Guehi, dari Crystal Palace. Pengumuman yang dirilis pada Senin (19/1/2026) malam WIB ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan sang pemain yang sebelumnya sempat menjadi rebutan raksasa Premier League lainnya.
Pemain berusia 25 tahun tersebut sepakat untuk mengabdi di Etihad Stadium dengan durasi kontrak jangka panjang, yakni lima setengah tahun, yang akan mengikatnya hingga musim panas 2031. Langkah ini dipandang sebagai strategi cerdik Pep Guardiola untuk menyuntikkan tenaga baru di lini belakang yang mulai menua.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477527/original/059076600_1768838757-G_CV_yhWsAA_jCj.jpg)
Detail Kesepakatan dan Angka di Balik Transfer
Meski manajemen The Sky Blues memilih untuk merahasiakan nominal resmi transfernya, berbagai media kredibel di Inggris menyebutkan bahwa kesepakatan ini bernilai sekitar 20 juta paun atau setara dengan Rp 456 miliar. Angka ini terbilang cukup kompetitif mengingat profil Guehi sebagai pemain pilar di Timnas Inggris dan pengalamannya yang matang di kasta tertinggi sepak bola Britania.
Marc Guehi tercatat sebagai rekrutan kedua Manchester City pada jendela transfer Januari 2026 ini. Sebelumnya, City telah bergerak cepat mengamankan jasa Antoine Semenyo dari Bournemouth. Kedatangan dua pemain ini menunjukkan ambisi besar City untuk tetap mendominasi kompetisi domestik maupun Eropa di paruh kedua musim.
Baca Juga
Dominasi Mental Juara: Manchester City Bungkam Newcastle di Semifinal Carabao Cup
Menyalip Liverpool dalam Tikungan Terakhir
Salah satu aspek paling menarik dari kepindahan ini adalah kegagalan Liverpool untuk meminang Guehi. Selama beberapa bulan terakhir, Anfield santer dikabarkan menjadi pelabuhan berikutnya bagi mantan bek didikan Chelsea tersebut. Namun, daya tarik Manchester City dan proyek masa depan yang ditawarkan Pep Guardiola tampaknya lebih menggoda bagi Guehi.
“Saya sangat senang dan sangat bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar Manchester City. Kepindahan ini terasa seperti puncak dari semua kerja keras yang telah saya jalani sepanjang karier profesional saya,” ungkap Guehi dalam sesi perkenalan resminya.
Guehi menambahkan bahwa pilihannya jatuh kepada City karena status mereka sebagai klub tersukses di Inggris saat ini. “Sekarang saya berada di klub terbaik di Inggris dan menjadi bagian dari skuad pemain yang luar biasa. Rasanya luar biasa bisa mengatakan hal ini secara terbuka,” tambahnya dengan nada penuh antusiasme.
Mewarisi Nomor Punggung ‘Langka’
Ada detail unik dalam peresmian Marc Guehi. Ia dipastikan akan mengenakan nomor punggung 15. Nomor ini memiliki sejarah tersendiri di Etihad karena sudah cukup lama tidak bertuan. Pemain terakhir yang mengenakan nomor tersebut adalah bek asal Prancis, Eliaquim Mangala, pada musim 2018/2019 silam.
Keputusan menggunakan nomor 15 seolah menjadi simbol bahwa Guehi siap memikul tanggung jawab besar di lini pertahanan, mengikuti jejak para bek tangguh yang pernah dimiliki City sebelumnya.
Kedatangan Guehi bukan sekadar menambah kuantitas pemain belakang. Secara taktis, Guehi menawarkan kualitas yang sangat disukai oleh Pep Guardiola:
-
Kemampuan Distribusi Bola: Sebagai bek modern, Guehi dikenal tenang saat menguasai bola dan memiliki akurasi umpan yang tinggi, sangat cocok dengan skema build-up City.
-
Kepemimpinan di Lapangan: Pengalamannya menjadi kapten di Crystal Palace membawa jiwa kepemimpinan yang dibutuhkan di ruang ganti.
-
Adaptasi Premier League: Tidak seperti pemain yang didatangkan dari liga luar, Guehi sudah “siap tempur” karena telah terbiasa dengan intensitas fisik Liga Inggris.
“Saya ingin terus berkembang, baik sebagai pemain maupun sebagai individu. Saya yakin di bawah arahan manajer dan di klub sebesar ini, hal tersebut akan terwujud dengan baik,” tegas Guehi menutup sesi wawancaranya.
Dengan masuknya Guehi dan Semenyo, Manchester City kini memiliki kedalaman skuad yang menakutkan. Pep Guardiola kini memiliki lebih banyak opsi rotasi untuk menghadapi jadwal padat di Premier League, FA Cup, hingga Liga Champions.
Bagi para penggemar, debut Marc Guehi tentu menjadi hal yang paling dinanti. Akankah ia langsung menjadi pilihan utama di jantung pertahanan, atau harus bersaing ketat dengan nama-nama seperti Ruben Dias dan John Stones? Satu yang pasti, persaingan di internal City akan semakin memanas, yang justru menjadi kabar baik bagi ambisi mereka meraih treble di tahun 2026 ini.