LONDON – Chelsea terus menunjukkan tren positif di bawah arahan strategi yang semakin matang. Melawat ke Selhurst Park pada Minggu (25/1/2026) malam WIB, The Blues sukses membawa pulang poin penuh setelah menumbangkan tuan rumah Crystal Palace dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga angka, melainkan pernyataan tegas bahwa London Biru siap bersaing di zona Liga Champions.
Bintang muda asal Brasil, Estevao, menjadi pembeda dalam laga ini. Tidak hanya mencetak gol pembuka, ia juga menjadi kreator bagi gol kedua Chelsea yang dicetak oleh Joao Pedro. Kemenangan ini membawa Chelsea merangsek naik ke peringkat empat klasemen sementara Premier League dengan koleksi 37 poin.
Babak Pertama: Ketegangan dan Blunder yang Berbuah Gol
Laga dimulai dengan intensitas tinggi. Crystal Palace yang tampil di hadapan pendukung sendiri mencoba mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Chelsea hampir saja tertinggal di menit kedelapan akibat kecerobohan Benoit Badiashile. Bek asal Prancis itu kehilangan penguasaan bola di area berbahaya, yang langsung dimanfaatkan oleh Ismaila Sarr untuk mengirim umpan matang kepada Jean-Philippe Mateta.
Beruntung bagi Chelsea, Robert Sanchez tampil sigap. Kiper asal Spanyol tersebut melakukan penyelamatan krusial dengan kakinya untuk memblok tembakan keras mendatar Mateta. Penyelamatan ini seolah menjadi alarm bagi lini pertahanan Chelsea untuk tampil lebih disiplin.
Chelsea perlahan mulai mendominasi penguasaan bola. Enzo Fernandez sempat mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti Palace, namun penyelesaian akhirnya masih melambung tipis di atas mistar gawang Dean Henderson.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-34. Berawal dari kesalahan fatal pemain muda Palace, Jaydee Canvot, yang melakukan backpass lemah di area pertahanan sendiri. Estevao dengan kecepatan kilat menyambar bola liar tersebut, menggiringnya masuk ke kotak penalti, dan dengan tenang menaklukkan Dean Henderson. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski Estevao sempat hampir menggandakan keunggulan lewat serangan balik cepat yang sayangnya masih meleset dari sasaran.
Babak Kedua: Dominasi Total dan Hukuman Penalti
Memasuki babak kedua, Chelsea tidak mengendurkan serangan. Hanya butuh lima menit setelah jeda bagi tim tamu untuk memperlebar jarak. Kembali, Estevao menjadi otak di balik serangan ini. Ia mengirimkan umpan akurat kepada Joao Pedro di sisi kanan. Penyerang lincah ini melakukan aksi individu memikat, mengecoh Adam Wharton, sebelum melepaskan tembakan yang merobek jala gawang Palace. Skor berubah menjadi 2-0.
Petaka bagi Crystal Palace berlanjut pada menit ke-60. Berawal dari tembakan Joao Pedro yang mengenai lengan Jaydee Canvot, wasit sempat membiarkan laga berjalan sebelum akhirnya melakukan peninjauan lewat VAR. Keputusan pun mutlak: penalti untuk Chelsea.
Enzo Fernandez yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Ia mengarahkan bola ke pojok bawah gawang, membuat Henderson salah membaca arah bola. Keunggulan 3-0 membuat Chelsea berada di atas angin.

Kartu Merah dan Upaya Terakhir Palace
Kondisi The Eagles semakin terjepit setelah Adam Wharton diusir keluar lapangan pada menit ke-72. Wharton menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Moises Caicedo untuk menghentikan transisi cepat Chelsea. Bermain dengan 10 orang praktis menutup peluang Palace untuk membalikkan keadaan.
Meski demikian, tim asuhan tuan rumah menunjukkan semangat pantang menyerah. Brennan Johnson sempat mengancam lewat tendangan voli, namun akurasinya masih menjadi masalah. Gol hiburan bagi Palace akhirnya tercipta pada menit ke-88 lewat skema bola mati. Memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok, bek Chris Richards berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang Sanchez.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan Chelsea.
Baca Juga
Drama di Allianz Arena: Keajaiban Augsburg dan Runtuhnya Tembok Bayern Munich
Implikasi Klasemen dan Catatan Statistik
Kemenangan ini menandai kemenangan ketiga secara beruntun bagi Chelsea di semua kompetisi. Konsistensi ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan. Sebaliknya, kekalahan ini membuat Crystal Palace tertahan di posisi ke-15 dengan 28 poin, hanya terpaut beberapa angka dari zona degradasi.
Susunan Pemain:
-
Crystal Palace (3-4-2-1): Henderson; Munoz (Riad 76′), Canvot, Richards, Lacroix, Mitchell; Lerma, Wharton; Sarr, Johnson (Hughes 76′); Mateta (Uche 85′).
-
Chelsea (4-2-3-1): Sanchez; James (Hato 84′), Chalobah, Badiashile, Cucurella; Santos, Caicedo (Fofana 74′); Estevao (Gittens 74′), Fernandez, Neto (Malo Gusto 74′); Joao Pedro (Delap 85′).