Aston Villa

Berawal dari ketertinggalan yang menyesakkan hingga berakhir dengan sorakan kemenangan di menit-menit akhir, laga antara Aston Villa vs RB Salzburg pada Jumat dini hari (30/1/2026) benar-benar menyajikan drama sepak bola kelas wahid. Bermain di hadapan publik Villa Park yang bergemuruh, pasukan Unai Emery berhasil melakukan comeback fantastis dengan skor akhir 3-2.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa. Hasil ini mengunci posisi The Villans di peringkat kedua klasemen fase liga Liga Europa 2025/2026, sekaligus memastikan tiket langsung ke babak 16 besar tanpa harus melalui fase play-off.

Babak Pertama: Blunder Mings dan Mimpi Buruk Lindelof

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Aston Villa sebenarnya menguasai jalannya laga sejak menit awal. Namun, kejutan terjadi pada menit ke-33. Sebuah kesalahan koordinasi di barisan pertahanan Villa berujung fatal.

Tyrone Mings, yang baru kembali ke performa terbaiknya setelah cedera panjang, melakukan kesalahan saat mencoba menguasai bola di area pertahanan sendiri. Bola berhasil direbut oleh Edmund Baidoo yang kemudian mengirimkan umpan silang matang. Naas bagi Villa, upaya pembersihan bola justru mengenai Victor Lindelof—bek yang baru didatangkan dari Manchester United—dan masuk ke gawang sendiri (GBD). Skor 0-1 bertahan hingga turun minum, membuat publik tuan rumah terdiam.

Babak Kedua: Kebangkitan Sang Singa

Memasuki babak kedua, situasi sempat memburuk bagi tuan rumah. Baru empat menit laga berjalan (49′), pemain pengganti Salzburg, Moussa Kounfolo Yeo, menggandakan keunggulan tim tamu melalui skema serangan balik cepat. Skor 0-2 seolah menjadi vonis kekalahan bagi Villa.

Namun, Unai Emery menunjukkan kelasnya sebagai spesialis kompetisi Eropa. Masuknya Morgan Rogers menggantikan Ollie Watkins yang mengalami masalah hamstring menjadi titik balik.

Baca Juga

Napoli Vs Chelsea: Joao Pedro Jadi Mimpi Buruk Napoli

1. Momentum Morgan Rogers (64′)

Setelah melakukan kerja sama satu-dua yang apik dengan Emiliano Buendia, Morgan Rogers melepaskan tembakan mendatar yang merobek jala gawang Alexander Schlager. Gol ini menyalakan kembali api semangat di Villa Park.

2. Penebusan Dosa Tyrone Mings (76′)

Sepak bola selalu memberikan kesempatan kedua. Mings membayar lunas kesalahannya di babak pertama. Melalui situasi bola mati yang dikirimkan oleh Matty Cash, Mings melompat paling tinggi dan menyundul bola dengan keras ke pojok gawang. Skor berubah menjadi imbang 2-2, dan momentum sepenuhnya milik Villa.

3. Sihir Jamaldeen Jimoh di Menit Akhir (87′)

Puncak drama terjadi tiga menit sebelum waktu normal berakhir. Pemuda berusia 19 tahun, Jamaldeen Jimoh (Jimoh-Aloba), membuktikan mengapa dirinya disebut sebagai talenta masa depan Inggris. Menerima umpan dari sesama pemain muda Kadan Young, Jimoh melepaskan tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti. Bola bersarang telak, memastikan kemenangan 3-2 untuk Aston Villa.


Statistik Pertandingan: Dominasi vs Efektivitas

Secara statistik, Aston Villa memang layak memenangkan laga ini meskipun sempat tertatih di awal. Berikut adalah ringkasan performa kedua tim:

Statistik Aston Villa RB Salzburg
Penguasaan Bola 64% 36%
Total Tembakan 14 14
Tembakan Tepat Sasaran 9 8
Sepak Pojok 4 2
Pelanggaran 8 12

Analisis Pasca-Laga: Karakter Pemenang Emery

Unai Emery dalam konferensi persnya memuji karakter para pemainnya. Ia menyoroti bagaimana para pemain muda seperti Jamaldeen Jimoh mampu memberikan dampak instan di panggung sebesar Liga Europa.

“Sepak bola Eropa selalu sulit. Kami sempat kesulitan menghadapi duel fisik Salzburg dan tertinggal 0-2. Namun, reaksi tim, terutama para pemain muda, menunjukkan progres yang luar biasa. Kami sangat bahagia bisa finis di posisi kedua dan langsung menuju 16 besar,” ujar Emery.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi RB Salzburg. Tim asuhan Pepijn Lijnders ini harus tersingkir dari kompetisi setelah hanya mampu mengumpulkan 6 poin dari 8 pertandingan fase liga.

Laga Aston Villa vs RB Salzburg ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling menghibur di musim 2025/2026. Dari gol bunuh diri Lindelof hingga gol kemenangan fantastis Jamaldeen Jimoh, Villa Park kembali membuktikan keangkerannya bagi tim-tim tamu.

Dengan hasil ini, Aston Villa kini bisa fokus kembali ke persaingan ketat di Premier League, sembari menanti lawan mereka di babak 16 besar Liga Europa yang akan diundi dalam beberapa pekan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *