Liverpool

LIVERPOOL – Gemuruh You’ll Never Walk Alone di Anfield pada Sabtu malam (31/1/2026) terasa sedikit berbeda. Bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ledakan kelegaan. Setelah melewati 31 hari yang mencekam dan penuh tanda tanya, Liverpool akhirnya “pecah telur”. Skuad asuhan Arne Slot resmi mengakhiri tren negatif mereka dengan kemenangan telak 4-1 atas Newcastle United dalam lanjutan pekan ke-24 Premier League.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan pernyataan sikap bahwa raksasa Merseyside ini belum habis. Januari 2026 hampir saja menjadi catatan sejarah kelam bagi The Reds jika saja mereka gagal menaklukkan The Magpies.

Drama Januari: Lima Laga Tanpa Jiwa

Sebelum peluit kick-off dibunyikan di Anfield kemarin malam, atmosfer di sekitar klub memang sedang memanas. Kritik tajam menghujani Arne Slot. Transisi dari era sebelumnya ke gaya permainan pelatih asal Belanda ini dianggap kehilangan tajinya justru di saat-saat krusial.

Mari kita tengok ke belakang sejenak. Januari 2026 dimulai dengan hasil imbang tanpa gol yang hambar melawan Leeds United di hari tahun baru. Alih-alih bangkit, Liverpool justru terjebak dalam “hobi” berbagi angka. Mereka ditahan imbang 2-2 oleh Fulham, lalu dipaksa bermain kacamata 0-0 oleh Arsenal di Emirates.

Puncaknya, frustrasi publik Anfield mencapai titik didih saat Liverpool hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tim papan bawah, Burnley. Luka itu semakin diperparah dengan kekalahan menyakitkan 2-3 dari Bournemouth pada 24 Januari lalu. Dalam lima laga pembuka tahun 2026, Liverpool hanya mengantongi 4 poin dari kemungkinan 15 poin. Statistik ini jelas bukan standar tim yang bermimpi mengangkat trofi di akhir musim.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Total “Heavy Metal” Slot-Ball

Menghadapi Newcastle United yang sedang dalam performa menanjak, Arne Slot melakukan perombakan taktik yang signifikan. Tidak ada lagi permainan ragu-ragu di lini tengah. Liverpool tampil agresif sejak menit pertama, seolah ingin melampiaskan seluruh amarah dari rentetan hasil buruk sebelumnya.

Mohamed Salah, yang sempat dikritik karena dianggap kehilangan sentuhan magisnya pasca-kekalahan dari Bournemouth, tampil sebagai dirigen serangan. Pergerakan cair antara Luis Diaz dan Darwin Nunez (atau penyerang pilihan Slot lainnya) membuat lini pertahanan Newcastle kocar-kacir.

Empat gol yang bersarang ke gawang Newcastle adalah bukti bahwa ketajaman lini depan The Reds telah kembali. Gol demi gol tercipta melalui skema serangan balik cepat dan organisasi permainan yang rapi—sesuatu yang hilang dari Liverpool selama lima laga terakhir. Newcastle hanya mampu mencuri satu gol hiburan, namun secara keseluruhan, mereka kalah kelas dalam intensitas permainan selama 90 menit penuh.

Baca Juga:

Liverpool vs Newcastle United, Duel Krusial Perebutan Zona Liga Champions

Statistik yang Berbicara: Rekapitulasi Januari 2026

Kemenangan 4-1 ini secara resmi menutup lembaran buruk Liverpool di bulan pertama tahun 2026. Berikut adalah perjalanan naik-turun (yang lebih banyak turunnya) Liverpool sebelum akhirnya bangkit:

Tanggal Lawan Skor Status
1 Januari Leeds United (H) 0-0 Imbang
4 Januari Fulham (A) 2-2 Imbang
8 Januari Arsenal (A) 0-0 Imbang
17 Januari Burnley (H) 1-1 Imbang
24 Januari Bournemouth (A) 2-3 Kalah
31 Januari Newcastle (H) 4-1 Menang

Misi Menjaga Asa Zona Liga Champions

Kemenangan di pekan ke-24 ini memiliki dampak psikologis yang luar biasa besar. Dengan tambahan tiga poin ini, posisi Liverpool di klasemen sementara kembali stabil. Persaingan di papan atas Premier League musim 2025/2026 memang sangat ketat, di mana selisih poin antara posisi kedua hingga kelima sangatlah tipis.

Arne Slot kini memiliki modal penting untuk menatap Februari. Stabilitas permainan yang ditunjukkan saat melumat Newcastle diharapkan menjadi standar baru, bukan sekadar anomali. Sorotan kini beralih pada bagaimana Liverpool menjaga konsistensi ini, mengingat jadwal padat di kompetisi Eropa juga sudah menanti di depan mata.

Lini belakang yang sempat goyah saat melawan Bournemouth tampak lebih solid, meski kebobolan satu gol tetap menjadi bahan evaluasi bagi Slot. Namun, bagi para pendukung Liverpool, kemenangan 4-1 ini adalah kado penutup Januari yang manis setelah rentetan pil pahit yang mereka telan selama sebulan penuh.

Pertanyaan besarnya kini: apakah ini awal dari kebangkitan sejati Liverpool untuk mengejar gelar juara, atau hanya sekadar letupan sesaat? Satu hal yang pasti, kemenangan atas Newcastle telah mengembalikan senyum di wajah Arne Slot dan puluhan ribu pendukung setia di Anfield.

The Reds telah membuktikan bahwa meski mereka bisa tertatih, mereka menolak untuk tumbang. Dengan kembalinya ketajaman lini depan, Premier League harus kembali waspada terhadap ancaman dari Merseyside.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *