Atalanta vs Juventus: Misi Balas Dendam La Dea di Perempat Final Coppa Italia
Atmosfer panas akan menyelimu
ti Bergamo ketika Atalanta menjamu Juventus pada babak perempat final Coppa Italia 2025/2026. Pertandingan sarat gengsi ini dijadwalkan berlangsung Jumat (6/2/2026) dini hari WIB, dengan satu tiket semifinal menjadi hadiah yang sangat berharga.
Laga ini bukan sekadar duel dua tim papan atas Serie A. Bagi Atalanta, pertandingan tersebut membawa nuansa emosional tersendiri karena menjadi ulangan final Coppa Italia 2024. Kala itu, Juventus sukses mengakhiri mimpi La Dea dengan kemenangan tipis yang mengantarkan mereka pada gelar ke-15 di ajang ini. Kini, bermain di depan publik sendiri, Atalanta berambisi membalas luka lama tersebut.
Namun, misi balas dendam itu datang di tengah kondisi yang kurang ideal. Performa Atalanta dalam beberapa pekan terakhir terbilang belum stabil. Dari lima laga terakhir di semua kompetisi, skuad Bergamo hanya mampu meraih satu kemenangan. Dua hasil imbang tanpa gol dalam laga domestik terbaru menunjukkan bahwa lini serang mereka masih kesulitan menemukan ketajaman terbaik.
Meski demikian, Atalanta tetap memiliki modal kuat dari faktor kandang. Sepanjang tahun 2026, mereka menunjukkan performa yang lebih meyakinkan saat tampil di Bergamo. Tiga dari empat kemenangan yang diraih tahun ini datang di hadapan pendukung sendiri, dengan produktivitas gol yang cukup menjanjikan. Hal inilah yang menjadi harapan utama La Dea untuk meredam dominasi Juventus.
Di sisi lain, Juventus justru datang dengan kepercayaan diri tinggi. Sejak ditangani Luciano Spalletti, permainan Si Nyonya Tua terlihat semakin solid dan efisien. Juventus tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir di semua ajang, termasuk kemenangan meyakinkan 4-1 atas Parma di Serie A. Produktivitas gol mereka pun meningkat signifikan, menjadi sinyal bahaya bagi pertahanan Atalanta.
Catatan tandang Juventus juga patut diperhitungkan. Mereka mampu memenangkan empat dari enam laga tandang terakhir, sebuah bukti bahwa tekanan publik lawan tidak terlalu memengaruhi performa tim. Konsistensi ini menjadi salah satu alasan mengapa Juventus tetap difavoritkan meski harus bermain di Bergamo.
Dari sisi rekor pertemuan, Juventus memiliki keunggulan psikologis. Atalanta kesulitan meraih
angan saat menjamu Bianconeri dalam beberapa musim terakhir, bahkan sempat gagal mencetak gol dalam dua pertemuan kandang. Statistik tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Raffaele Palladino untuk mempersiapkan timnya secara taktis dan mental.
Kabar skuad juga cukup menarik untuk disimak. Atalanta diperkirakan hanya kehilangan satu pemain utama akibat cedera, sehingga peluang rotasi terbuka lebar. Beberapa pemain yang diistirahatkan pada laga sebelumnya berpotensi kembali ke starting XI demi menambah energi dan intensitas permainan.
Sementara itu, Juventus harus menghadapi laga ini tanpa beberapa penyerang murni akibat cedera. Meski begitu, kedalaman skuad mereka masih cukup untuk menjaga kualitas permainan. Beberapa pemain muda dan gelandang serang tampil impresif dalam beberapa pertandingan terakhir, memberikan variasi serangan yang tidak mudah ditebak.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan penuh duel fisik. Atalanta kemungkinan akan tampil agresif sejak awal untuk memanfaatkan dukungan publik, sementara Juventus cenderung bermain lebih sabar dan menunggu celah melalui transisi cepat. Adu taktik antara Palladino dan Spalletti akan menjadi salah satu aspek paling menarik dari laga ini.
Dengan Lazio atau Bologna sudah menanti di babak semifinal, kedua tim jelas tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Bagi Atalanta, Coppa Italia menjadi peluang realistis untuk meraih trofi bergengsi musim ini. Sedangkan Juventus melihat kompetisi ini sebagai ajang untuk menegaskan kembali status mereka sebagai raja turnamen domestik.
Apapun hasil akhirnya, duel Atalanta vs Juventus diyakini akan menghadirkan drama, tensi tinggi, dan kualitas permainan yang mencerminkan level elite sepak bola Italia. Bergamo siap menjadi saksi apakah La Dea mampu menuntaskan misi balas dendam, atau justru Juventus kembali menunjukkan dominasinya di Coppa Italia.