Stadion Diego Armando Maradona menjadi saksi bisu runtuhnya dominasi tuan rumah di tangan tim asuhan Cesc Fabregas. Pertandingan perempat final Coppa Italia ini berlangsung dengan tensi yang menguras emosi. Setelah bertarung sengit selama 90 menit hingga babak tambahan, kedua tim bermain imbang 1-1.
Gol pembuka dicetak oleh bintang muda Como, Martin Baturina, melalui titik putih pada menit ke-39. Napoli sempat membalas cepat di awal babak kedua lewat aksi Antonio Vergara pada menit ke-46. Namun, kedisiplinan luar biasa skuad Como memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti yang menegangkan. Dalam babak “lotre” tersebut, mentalitas pemenang Como teruji dengan kemenangan dramatis 7-6.
Kemenangan ini secara resmi mengakhiri puasa semifinal Coppa Italia bagi Como selama tepat 40 tahun. Terakhir kali klub milik pengusaha Indonesia ini mencicipi babak semifinal adalah pada musim 1985/1986. Kala itu, mereka melaju setelah menyingkirkan Hellas Verona dengan agregat 4-3. Kini, sejarah baru telah terukir; Como bukan lagi sekadar tim promosi, melainkan ancaman nyata di kompetisi piala.

Pesan Berkelas Cesc Fabregas: “Simpan Euforia Anda”
Meski seluruh pendukung Como dan pecinta sepak bola dunia terkesima dengan prestasi ini, sang nahkoda, Cesc Fabregas, justru menunjukkan sikap yang sangat dingin dan profesional. Legenda sepak bola Spanyol tersebut tidak ingin anak asuhnya terlalu larut dalam pesta kemenangan yang bisa menjadi bumerang bagi perjalanan mereka di liga.
“Ini prestasi bersejarah, waktu yang positif, tapi kami ada pertandingan penting lain di hari Sabtu,” ujar Fabregas kepada Sport Mediaset. Ia sadar betul bahwa tantangan di Serie A sudah menanti di depan mata. Fabregas meminta Nico Paz dan rekan-rekannya untuk segera menekan tombol “reset” pada mentalitas mereka.
Fabregas menceritakan bagaimana suasana di ruang ganti sesaat setelah kemenangan dramatis tersebut. “Akan sulit untuk menyingkirkan adrenalin, tapi kami mendengarkan musik selama 10 menit di ruang ganti, sekarang kami akan mulai bersiap untuk akhir pekan, karena kami mengincar tiga poin,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan ambisi besar Fabregas untuk membawa Como finis di posisi terbaik pada akhir musim, bukan hanya sekadar menjadi kejutan sesaat di turnamen piala.
Baca Juga
Donyell Malen Benamkan Cagliari: AS Roma Kembali ke Jalur Kemenangan di Olimpico
Tantangan Berat di Serie A dan Semifinal Kontra Inter Milan
Langkah kaki Como di pekan ini memang sangat berat namun menjanjikan. Setelah menguras energi melawan Napoli, mereka sudah harus bersiap menghadapi Fiorentina dalam lanjutan Serie A pada Sabtu, 14 Februari 2026. Fabregas menekankan bahwa konsistensi di liga adalah prioritas yang tidak boleh dikorbankan demi euforia sesaat.
Namun, publik tidak bisa menahan antusiasme untuk menatap babak semifinal Coppa Italia mendatang. Di babak tersebut, Como akan menghadapi ujian yang lebih berat lagi, yaitu menantang sang juara bertahan, Inter Milan. Nerazzurri sendiri melangkah ke semifinal setelah berhasil mengandaskan perlawanan Torino.
Pertemuan antara Como dan Inter Milan di semifinal diprediksi akan menjadi magnet utama bagi para penggemar sepak bola. Como akan kembali menyandang status underdog, posisi yang justru membuat mereka tampil tanpa beban dan sangat berbahaya, seperti yang baru saja mereka buktikan saat membungkam publik Naples.
Rangkuman Fakta Pertandingan:
-
Hasil Akhir: Napoli 1(6) – 1(7) Como.
-
Pencetak Gol Waktu Normal: Martin Baturina (Como, 39′ P) dan Antonio Vergara (Napoli, 46′).
-
Lokasi: Stadion Diego Armando Maradona.
-
Signifikansi: Semifinal pertama Como dalam 40 tahun.
-
Lawan Berikutnya: Fiorentina (Serie A) dan Inter Milan (Semifinal Coppa Italia).
Kisah Como di musim 2025/2026 ini adalah bukti bahwa proyek jangka panjang yang terencana dengan baik, dipadukan dengan kepemimpinan pelatih visioner seperti Fabregas, mampu meruntuhkan kemustahilan. Italia kini punya idola baru yang siap mengganggu kemapanan klub-klub tradisional.