Atletico Madrid

MADRID – Stadion Metropolitano menjadi saksi bisu kehancuran Barcelona dalam laga leg pertama semifinal Copa del Rey, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Tuan rumah, Atletico Madrid, tampil begitu digdaya dengan melibas raksasa Catalan empat gol tanpa balas.

Seluruh gol kemenangan Los Rojiblancos tercipta di babak pertama, menghukum lini pertahanan Barcelona yang tampil ceroboh sejak menit awal.

Pesta Gol di Babak Pertama

Petaka bagi tim asuhan Hansi Flick dimulai sangat cepat. Pada menit ke-6, Eric Garcia melakukan gol bunuh diri setelah salah mengantisipasi bola operan balik yang gagal diamankan kiper Joan Garcia. Tak butuh waktu lama bagi Atletico untuk menggandakan keunggulan. Menit ke-14, Antoine Griezmann sukses mengonversi umpan Nahuel Molina menjadi gol melalui sepakan kaki kiri yang akurat.

Dominasi Atletico semakin menjadi-jadi ketika Ademola Lookman mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-33. Menjelang turun minum, Julian Alvarez menutup pesta gol di babak pertama dengan sontekan kerasnya pada menit ke-45+2, sekaligus mengakhiri puasa gol pribadinya selama 11 pertandingan.


Kartu Merah Eric Garcia Perparah Keadaan

Upaya Barcelona untuk bangkit di babak kedua menemui jalan buntu. Alih-alih mencetak gol balasan, mereka justru harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-85. Eric Garcia menerima kartu merah langsung setelah wasit meninjau VAR atas pelanggaran kerasnya terhadap Alex Baena.

Statistik Pertandingan Utama

Kategori Atletico Madrid Barcelona
Skor Akhir 4 0
Penguasaan Bola 34% 66%
Pencetak Gol Griezmann (14′), Lookman (33′), Alvarez (45+2′)
Kartu Merah Eric Garcia (85′)

Dengan hasil ini, Atletico Madrid memegang keuntungan besar untuk melaju ke partai puncak. Sebaliknya, Barcelona membawa beban berat karena harus menang minimal dengan selisih lima gol pada leg kedua di Camp Nou mendatang.

Usai peluit panjang dibunyikan, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia memuji efektivitas anak asuhnya yang mampu mencetak empat gol meskipun kalah dalam penguasaan bola.

“Kami bermain dengan hati dan intensitas tinggi. Mencetak empat gol melawan tim sekelas Barcelona di semifinal adalah pencapaian luar biasa, tapi kami harus tetap membumi karena masih ada 90 menit di leg kedua,” ujar Simeone dalam konferensi pers.

Di sisi lain, Hansi Flick tampak sangat kecewa dengan performa lini belakang Blaugrana. Ia mengakui bahwa gol bunuh diri Eric Garcia di awal laga merusak mentalitas bertanding timnya. Kehilangan Eric Garcia karena kartu merah di menit-menit akhir juga menjadi kerugian ganda bagi Barcelona yang kini krisis bek tengah.

Baca Juga

Tembok Virgil van Dijk: Sang Kapten Penentu Kemenangan Liverpool di Markas Sunderland


Peluang di Leg Kedua

Barcelona kini menghadapi misi yang hampir mustahil. Secara matematis, mereka wajib menang dengan selisih 5 gol di laga kandang jika ingin membalikkan keadaan secara total. Tanpa regulasi gol tandang, kemenangan 4-0 di leg kedua hanya akan membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu.

Jadwal Leg Kedua:

  • Pertandingan: Barcelona vs Atletico Madrid

  • Lokasi: Stadion Spotify Camp Nou

  • Target Barcelona: Menang dengan selisih >4 gol untuk lolos langsung.

Melihat performa impresif Julian Alvarez dan Ademola Lookman yang kian padu, Atletico Madrid difavoritkan kuat untuk melaju ke final dan menantang pemenang antara Real Madrid atau Athletic Bilbao.

Menatap Leg Kedua: Mencari Keajaiban ‘Remontada’

Meskipun terlihat mustahil, sejarah mencatat bahwa Barcelona pernah melakukan keajaiban di kompetisi Eropa. Namun, menghadapi Atletico Madrid asuhan Simeone dengan defisit empat gol adalah tantangan yang berbeda levelnya. Atletico dikenal sebagai tim dengan pertahanan paling gerendel di dunia saat mereka sudah unggul.

Hansi Flick harus memutar otak untuk merombak strategi. Kemungkinan besar, ia akan memasukkan lebih banyak pemain menyerang sejak menit awal dan mengambil risiko tinggi di lini belakang. Namun, risiko ini bisa menjadi bumerang jika Atletico kembali berhasil memanfaatkan serangan balik lewat kecepatan Griezmann dan Lookman.

Prediksi Skenario Leg Kedua:

  1. Agresivitas Total: Barcelona akan menekan sejak menit pertama untuk mencari gol cepat dalam 15 menit awal.

  2. Parkir Bus Atletico: Simeone kemungkinan besar akan menumpuk pemain di kotak penalti dan mengandalkan fisik untuk meredam kreativitas Pedri dan Gavi.

  3. Faktor Suporter: Camp Nou harus menjadi “pemain ke-12” yang mampu mengintimidasi mental para pemain Madrid.

Pertandingan leg kedua nanti diprediksi akan berjalan jauh lebih keras dan penuh drama. Apakah Barcelona mampu mencatatkan sejarah baru, ataukah Atletico Madrid yang akan melenggang ke final dengan kepala tegak untuk memburu trofi Copa del Rey musim ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *