Stadion Montilivi menjadi panggung bagi salah satu drama paling mendebarkan di kancah La Liga musim ini. Dalam laga bertajuk derbi Catalonia, tuan rumah Girona berhasil membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata oleh raksasa sepak bola dunia. Menghadapi Barcelona, Girona sukses mengunci kemenangan tipis 2-1 dalam pertandingan yang diwarnai oleh pergantian momentum yang dramatis dan kartu merah di pengujung laga.
Babak Pertama: Kebuntuan yang Menegangkan
Sejak peluit pertama dibunyikan, Barcelona mencoba mengambil kendali permainan dengan penguasaan bola yang menjadi ciri khas mereka. Namun, Girona yang tampil di hadapan pendukung sendiri menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat disiplin. Sepanjang 45 menit pertama, serangan demi serangan yang dibangun oleh lini tengah Barcelona selalu membentur tembok kokoh tuan rumah.
Girona sendiri tidak tinggal diam. Mereka beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang merepotkan lini belakang Barcelona. Meskipun kedua tim memiliki sejumlah peluang emas, penyelesaian akhir yang kurang tajam dan gemilangnya penampilan kedua penjaga gawang membuat skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Pau Cubarsí Memecah Kebuntuan
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat drastis. Barcelona meningkatkan tekanan untuk segera mencetak gol pembuka. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-59. Melalui sebuah skema bola mati yang tertata, bek muda berbakat Pau Cubarsí berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut sempat membawa angin segar bagi tim tamu dan membungkam publik Montilivi sejenak.
Keunggulan 0-1 membuat Barcelona berada di atas angin. Namun, keunggulan tersebut rupanya justru menjadi pemicu bagi Girona untuk tampil lebih agresif dan berani keluar menyerang.
Baca Juga
Kebangkitan Girona: Respons Kilat Thomas Lemar
Mentalitas pantang menyerah Girona teruji setelah tertinggal. Tak butuh waktu lama bagi tim asuhan Michel untuk merespons ketertinggalan mereka. Hanya berselang tiga menit dari gol Cubarsí, tepatnya pada menit ke-62, Thomas Lemar berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol balasan yang cepat ini mengubah arah angin pertandingan sepenuhnya. Momentum kini beralih ke pihak tuan rumah, sementara lini belakang Barcelona mulai menunjukkan celah akibat tekanan yang bertubi-tubi.
Fran Beltrán dan Puncak Drama Menit Akhir
Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan skor imbang, Girona menunjukkan ketenangan luar biasa dalam memanfaatkan peluang. Pada menit ke-86, Fran Beltrán muncul sebagai pahlawan bagi tuan rumah setelah sukses menceploskan bola ke gawang Barcelona. Gol ini membalikkan keadaan menjadi 2-1 dan membuat seisi stadion bergemuruh.
Barcelona mencoba segala cara di sisa waktu yang ada untuk menyamakan skor. Namun, pertahanan Girona tampil sangat militan. Drama mencapai puncaknya di masa injury time yang sangat panjang. Pada menit ke-90+9′, pemain Girona Joel Roca harus menerima kartu merah langsung dari wasit. Meskipun harus bermain dengan 10 orang di detik-detik terakhir, Girona berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Analisis Statistik Pertandingan
| Kategori | Girona | Barcelona |
| Skor Akhir | 2 | 1 |
| Pencetak Gol | Lemar (62′), Beltrán (86′) | Pau Cubarsí (59′) |
| Kartu Merah | Joel Roca (90+9′) | – |
| Status Laga | Selesai (Full-time) | Selesai (Full-time) |
Kemenangan ini merupakan hasil yang sangat signifikan bagi Girona dalam persaingan di papan atas La Liga. Bagi Barcelona, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius, terutama mengenai kegagalan mereka mempertahankan keunggulan di babak kedua. Ketidakmampuan mengantisipasi serangan balik cepat dan efektivitas Girona di depan gawang menjadi kunci utama kegagalan raksasa Catalonia tersebut membawa pulang poin dari Montilivi.
Dunia sepak bola kini akan terus menyoroti konsistensi Girona, apakah mereka mampu mempertahankan performa impresif ini ataukah ini hanya sekadar kejutan sesaat di kompetisi paling bergengsi di Spanyol tersebut.