Stadion Mapei kembali menjadi saksi kebangkitan tajam lini serang Sassuolo saat mereka menjamu Hellas Verona dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A. Dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi tersebut, tim tuan rumah berhasil mengamankan kemenangan mutlak 3-0 yang sekaligus menegaskan dominasi mereka di hadapan pendukung sendiri.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan panggung pembuktian bagi duet penyerang maut Sassuolo, Andrea Pinamonti dan Domenico Berardi, yang tampil luar biasa sepanjang 90 menit. Di sisi lain, Hellas Verona harus pulang dengan kepala tertunduk setelah gagal mengembangkan permainan dan terpaksa mengakhiri laga dengan sepuluh pemain.
Babak Pertama: Momentum Pinamonti dan Berardi
Sejak peluit pertama dibunyikan, Sassuolo langsung mengambil inisiatif serangan. Aliran bola yang rapi dari lini tengah yang digalang para pemain I Neroverdi membuat barisan pertahanan Verona kewalahan. Namun, gol yang dinanti baru tercipta menjelang akhir babak pertama.
Kebuntuan pecah pada menit ke-40 melalui aksi ciamik Andrea Pinamonti. Penyerang jangkung ini berhasil memanfaatkan celah di lini belakang lawan untuk mengubah papan skor menjadi 1-0. Gol ini seolah meruntuhkan mentalitas bertahan yang coba dibangun oleh Verona sejak awal laga.
Belum sempat Verona bernapas dan menata ulang organisasi pertahanan mereka, Sassuolo kembali menghentak. Hanya berselang empat menit setelah gol pertama, sang kapten sekaligus ikon klub, Domenico Berardi, mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-44. Gol kedua ini memastikan Sassuolo memasuki ruang ganti dengan keunggulan nyaman 2-0 di paruh pertama.
Baca Juga
“Tottenham vs Arsenal: Debut Pelatih Baru dan Nasib Perebutan Gelar Liga Inggris!”
Babak Kedua: Berardi Melengkapi Pesta dan Mimpi Buruk Verona
Memasuki babak kedua, Hellas Verona mencoba melakukan beberapa perubahan taktis untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan rapat yang diperagakan Sassuolo membuat setiap upaya serangan tim tamu kandas sebelum memasuki kotak penalti.
Sassuolo yang bermain dengan kepercayaan diri tinggi justru berhasil menambah penderitaan tim tamu. Domenico Berardi kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu winger terbaik di Italia dengan mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini pada menit ke-62. Gol tersebut tidak hanya melengkapi brace bagi sang pemain, tetapi juga secara efektif mengunci kemenangan bagi timnya.
Mimpi buruk bagi Hellas Verona mencapai puncaknya menjelang akhir pertandingan. Di menit ke-85, pemain mereka, Al-Musrati, harus diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah langsung dari wasit. Kehilangan satu pemain di menit-menit krusial membuat Verona semakin tidak berdaya untuk sekadar mencari gol hiburan. Skor 3-0 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Analisis Kunci Kemenangan Sassuolo
Ada beberapa faktor krusial yang membuat Sassuolo begitu dominan dalam pertandingan ini:
-
Efektivitas Lini Depan: Kehadiran Pinamonti dan Berardi memberikan dimensi serangan yang sangat berbahaya. Pinamonti bertindak sebagai pemantul dan penyelesai peluang di kotak penalti, sementara Berardi memiliki kebebasan untuk menusuk dari sisi sayap.
-
Disiplin Taktis: Sassuolo berhasil menjaga jarak antar lini dengan sangat baik, sehingga aliran bola dari Verona selalu terputus di area tengah.
-
Kematangan Mental: Mencetak dua gol cepat di akhir babak pertama adalah bukti kematangan mental para pemain Sassuolo dalam memanfaatkan momentum.
Kemenangan ini memberikan suntikan moral yang sangat besar bagi Sassuolo untuk terus merangkak naik ke papan atas klasemen Serie A. Koleksi gol dari Berardi juga menegaskan ketergantungan tim terhadap ketajaman sang pemain yang terus konsisten musim ini.
Bagi Hellas Verona, kekalahan telak ini menjadi sinyal peringatan keras. Kegagalan mencetak gol dan rapuhnya lini belakang saat menghadapi penyerang berkualitas tinggi menunjukkan bahwa masih banyak lubang yang harus ditutupi oleh tim pelatih. Ditambah lagi, absennya Al-Musrati di laga berikutnya akibat kartu merah akan menambah beban bagi skuad mereka.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi pertunjukan satu tim di mana Sassuolo benar-benar mendikte permainan dari awal hingga akhir, sementara Verona gagal memberikan perlawanan berarti hingga terpaksa menyerah dengan skor telak.