Maarten Paes di Ajax Amsterdam

Panggung megah Johan Cruijff ArenA menjadi saksi bisu lahirnya sejarah baru bagi sepak bola Indonesia di tanah Eropa. Pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB, kiper utama Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi mencatatkan debutnya bersama raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, dalam laga pekan krusial Eredivisie melawan N.E.C. Nijmegen.

Laga yang berakhir dengan skor imbang 1-1 ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pembuktian kualitas Paes yang baru saja didatangkan dari FC Dallas pada awal Februari lalu. Meskipun gagal meraih poin penuh, performa individu Paes di bawah mistar gawang Ajax menuai banyak pujian, terutama mengingat tekanan besar yang ia emban saat menggantikan kiper utama, Vitezslav Jaros, yang harus absen akibat cedera parah.

Jalannya Laga: Drama VAR dan Gol Mika Godts

Pertandingan dimulai dengan tempo cepat khas gaya permainan Belanda. N.E.C. Nijmegen yang tampil percaya diri sebagai tim tamu sempat memberikan kejutan nyata bagi Paes pada menit ke-24. Sami Ouaissa berhasil menggetarkan jala gawang Ajax, namun perayaan gol tersebut harus terhenti. Setelah melakukan peninjauan panjang melalui asisten wasit video (VAR), wasit menganulir gol tersebut karena adanya pelanggaran offside dalam proses terjadinya gol.

Keberuntungan ini menjadi momentum bagi Ajax untuk menekan balik. Pada menit ke-39, dominasi tuan rumah akhirnya membuahkan hasil melalui kaki Mika Godts. Penyerang muda tersebut berhasil menceploskan bola ke gawang lawan, membawa Ajax unggul 1-0 hingga babak pertama usai. Bagi Paes, menutup 45 menit pertama dengan catatan clean sheet adalah suntikan moral yang luar biasa dalam laga debutnya.

Baca Juga

Sassuolo Benamkan Hellas Verona Tiga Gol Tanpa Balas

Kemelut Babak Kedua dan Kebobolan Tak Terduga

Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. N.E.C. Nijmegen yang enggan menyerah mulai memanfaatkan situasi bola mati untuk mengancam gawang Paes. Petaka bagi Ajax datang pada menit ke-57 melalui skema sepak pojok.

Terjadi kemelut hebat di depan gawang yang gagal dibersihkan dengan sempurna oleh barisan pertahanan Ajax. Darko Nejasmic yang berdiri di posisi tepat berhasil menyambar bola liar dan membobol gawang Maarten Paes, mengubah skor menjadi 1-1. Gol ini merupakan satu-satunya momen di mana pertahanan Paes berhasil ditembus, namun ia tidak sepenuhnya bersalah karena padatnya pemain di area penalti yang menghalangi pandangannya.

Tembok Kokoh: 7 Penyelamatan dan Aksi Heroik Injury Time

Meskipun kebobolan, Paes membuktikan mengapa manajemen Ajax rela memboyongnya ke Amsterdam. Sepanjang laga, kiper berusia 27 tahun ini menunjukkan refleks yang luar biasa dengan mencatatkan total tujuh penyelamatan krusial.

Momen paling dramatis terjadi saat pertandingan memasuki masa injury time. N.E.C. Nijmegen hampir saja mencuri kemenangan melalui sundulan Ahmetcan Kaplan yang mengarah tajam ke sudut gawang. Dengan lompatan yang presisi, Paes berhasil menepis bola tersebut keluar lapangan, menyelamatkan Ajax dari kekalahan memalukan di kandang sendiri. Penyelamatan ini langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari para penggemar De Godenzonen.

Implikasi Klasemen dan Masa Depan Paes

Hasil imbang ini memang membuat Ajax masih tertahan di posisi keempat klasemen sementara Eredivisie dengan koleksi 43 poin. Mereka kalah dalam selisih gol dari N.E.C. Nijmegen yang berada tepat di atas mereka pada peringkat ketiga. Berikut adalah gambaran singkat persaingan di papan atas:

Aspek Detail Performa Debut
Klub Ajax Amsterdam vs N.E.C. Nijmegen
Penyelamatan (Saves) 7 Kali
Skor Akhir 1-1
Posisi Klasemen Peringkat 4 (43 Poin)

Debut impresif ini memberikan sinyal kuat bahwa Maarten Paes siap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Ajax selama Jaros absen. Bagi Indonesia, keberadaan Paes di klub sebesar Ajax bukan hanya kebanggaan, tetapi juga jaminan kualitas pertahanan Skuad Garuda di masa depan. Dengan kematangan yang ia tunjukkan di Johan Cruijff ArenA, Paes kini telah resmi menjadi salah satu kiper Asia paling diperhitungkan di kancah sepak bola Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *