MILAN – Sejarah baru tercipta di panggung tertinggi sepak bola Eropa. Stadion San Siro yang legendaris menjadi saksi bisu runtuhnya raksasa Italia, Inter Milan, di tangan tim “kurcaci” asal Norwegia, FK Bodø/Glimt. Dalam laga leg kedua play-off Liga Champions UEFA 2025/2026 yang berlangsung Rabu dini hari (25/2/2026), tim tamu sukses mencuri kemenangan 2-1, sekaligus memastikan langkah mereka ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat telak 5-2.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan biasa. Bagi Bodø/Glimt, ini adalah tonggak sejarah sebagai klub Norwegia pertama yang berhasil melaju ke fase gugur format modern Liga Champions. Sementara bagi Nerazzurri, hasil ini merupakan tamparan keras sekaligus salah satu kegagalan paling menyakitkan dalam sejarah kompetisi Eropa mereka.
Dominasi Semu Sang Tuan Rumah
Datang ke laga ini dengan beban kekalahan 1-3 pada leg pertama di Norwegia, Inter Milan langsung tancap gas sejak menit awal. Di bawah arahan pelatih Cristian Chivu, Inter mencoba mengurung pertahanan lawan. Statistik mencatat Inter menguasai bola hingga 70% dan melepaskan total 33 tembakan. Namun, dominasi tersebut terbukti menjadi “dominasi semu”.
Tanpa kehadiran kapten sekaligus mesin gol utama, Lautaro Martinez, yang harus absen karena cedera betis, lini depan Inter tampak kehilangan taji. Marcus Thuram dan pemain muda Pio Esposito berulang kali mendapatkan peluang emas, namun kegemilangan kiper Bodø/Glimt, Nikita Haikin, menjadi tembok yang tak tertembus. Haikin melakukan setidaknya tujuh penyelamatan krusial yang membuat frustrasi publik San Siro.
Baca Juga
Misi Balas Dendam di Giuseppe Meazza: Akankah Dongeng Bodø/Glimt Berlanjut di Markas Inter?
Petaka Serangan Balik Kilat
Memasuki babak kedua, Inter yang semakin asyik menyerang justru terjebak dalam skema serangan balik mematikan yang menjadi ciri khas tim asuhan Kjetil Knutsen. Pada menit ke-58, sebuah kesalahan koordinasi di lini belakang Inter yang melibatkan Manuel Akanji dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jens Petter Hauge.
Mantan pemain AC Milan tersebut menunjukkan bahwa ia belum lupa cara mencetak gol di San Siro. Setelah tendangan Ole Didrik Blomberg ditepis oleh Yann Sommer, bola muntah jatuh ke kaki Hauge yang tanpa ampun menceploskannya ke gawang kosong. Skor 0-1 (agregat 1-4) membuat Inter semakin terdesak.
Penderitaan Inter bertambah di menit ke-72. Melalui skema operan cepat, Hauge melepaskan umpan terukur yang diselesaikan dengan tendangan voli indah oleh Håkon Evjen. Bola meluncur deras ke pojok bawah gawang Sommer, mengubah skor menjadi 0-2 dan praktis membunuh harapan tuan rumah.
Upaya Terakhir dan Kebanggaan Norwegia
Inter sempat memberikan sedikit harapan melalui gol Alessandro Bastoni di menit ke-76. Berawal dari kemelut sepak pojok, Bastoni menyambar bola yang meski sempat didekap Haikin, teknologi garis gawang menunjukkan bola sudah melewati garis. Namun, gol tersebut hanyalah hiburan semata. Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Gelandang Inter, Nicolo Barella, dalam wawancara pasca-pertandingan mengakui keunggulan lawan dengan ksatria.
“Kami sangat kecewa, kami ingin berjuang di semua kompetisi. Namun, hari ini kami harus memberi selamat kepada Bodø/Glimt. Mereka menang di kedua leg dan pantas untuk lolos,” ujar Barella dengan kepala tertunduk.
Analisis: Mengapa Inter Tumbang?
Kegagalan Inter ini menyoroti beberapa masalah krusial:
-
Ketergantungan pada Sosok Individual: Absennya Lautaro Martinez sangat terasa. Inter memiliki Expected Goals (xG) sebesar 2,15, namun hanya mampu mencetak satu gol.
-
Pertahanan yang Rapuh terhadap Transisi: Bodø/Glimt hanya butuh sedikit peluang untuk mencetak gol (xG 1,74). Kecepatan transisi tim tamu mengekspos garis pertahanan tinggi Inter.
-
Monotonnya Serangan: Inter melepaskan banyak umpan silang yang mudah dibaca oleh bek-bek tinggi Norwegia seperti Jostein Gundersen dan Odin Bjørtuft.
Bagi Bodø/Glimt, kemenangan ini memperpanjang tren “pembunuh raksasa” mereka setelah sebelumnya sempat menumbangkan Manchester City dan Atletico Madrid di fase grup. Kini, dunia menunggu siapa yang akan menjadi lawan mereka berikutnya di babak 16 besar, di mana potensi bertemu tim seperti Manchester City atau Sporting Lisbon sudah menanti.
Data Pertandingan:
-
Skor: Inter 1 – 2 Bodø/Glimt (Agregat 2 – 5)
-
Pencetak Gol: Bastoni (76′) | Hauge (58′), Evjen (72′)
-
Stadion: San Siro, Milan
-
Wasit: Francois Letexier (Prancis)