MADRID – Santiago Bernabéu kembali menjadi saksi bisu keajaiban malam Eropa. Real Madrid berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026 setelah menundukkan tantangan sengit wakil Portugal, Benfica, dengan skor tipis 2-1 pada laga leg kedua babak playoff, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini membawa armada asuhan Álvaro Arbeloa melaju dengan keunggulan agregat 3-1.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket lolos, melainkan laga yang penuh dengan muatan emosional dan tensi tinggi. Setelah drama di leg pertama yang diwarnai isu rasisme terhadap Vinícius Júnior, fokus dunia tertuju pada bagaimana sang bintang Brasil akan merespons di lapangan. Jawabannya tegas: sebuah gol penentu di menit ke-80 yang membungkam keraguan.
Jalannya Pertandingan: Kejutan Awal dari Elang Lisbon
Benfica datang ke Madrid dengan misi berat setelah kalah 0-1 di Lisbon. Di bawah arahan asisten pelatih karena José Mourinho harus menjalani hukuman suspensi, Benfica justru tampil menggebrak sejak peluit pertama dibunyikan. Strategi menekan tinggi yang diterapkan tim tamu sempat membuat lini pertahanan Madrid yang digalang Antonio Rüdiger tampak gugup.
Hasilnya terlihat di menit ke-14. Melalui skema serangan balik yang rapi, Rafa Silva berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Thibaut Courtois. Gol tersebut sempat membuat agregat menjadi imbang 1-1 dan menghidupkan asa ribuan pendukung Benfica yang hadir di tribun utara Bernabéu.
Namun, mentalitas juara Real Madrid berbicara. Tak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk bereaksi. Hanya berselang dua menit, tepatnya pada menit ke-16, Aurélien Tchouaméni melepaskan tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti setelah menerima umpan matang dari Federico Valverde. Bola bersarang di pojok gawang Anatoliy Trubin, mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi Madrid.
Baca Juga
Keajaiban dari Lingkaran Arktik: Bodø/Glimt Permalukan Inter Milan di San Siro
Dominasi dan Ketegangan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih terbuka. Benfica yang butuh satu gol lagi untuk memaksakan perpanjangan waktu, berkali-kali merepotkan pertahanan Madrid. Pemain muda Andreas Schjelderup tampil impresif di sisi sayap, memaksa Trent Alexander-Arnold bekerja ekstra keras.
Keberuntungan tampaknya sedang menjauhi Benfica ketika tendangan Rafa Silva membentur mistar gawang di pertengahan babak kedua. Di sisi lain, Real Madrid juga sempat mencetak gol melalui Arda Güler, namun dianulir oleh VAR karena posisi sang pemain sudah berada dalam posisi offside.
Ketegangan mencapai puncaknya saat bek muda Madrid, Raúl Asencio, harus ditarik keluar menggunakan tandu setelah bertabrakan dengan rekan setimnya sendiri, Eduardo Camavinga. Insiden ini sempat membuat tempo permainan menurun karena kekhawatiran para pemain di lapangan.
Panggung Sang Bintang: Vinícius Júnior
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Vinícius Júnior muncul sebagai pahlawan. Menit ke-80 menjadi momen krusial ketika Federico Valverde kembali menunjukkan visinya dengan memberikan umpan terobosan akurat. Vinícius yang lepas dari jebakan offside dengan tenang menceploskan bola ke sudut bawah gawang.
Selebrasi ikonik dansa di pojok lapangan kembali ia lakukan, sebuah pesan simbolis setelah melewati pekan yang berat akibat perlakuan tidak menyenangkan di laga sebelumnya. Gol ini secara efektif mengakhiri perlawanan Benfica.
Analisis Pasca Pertandingan
Meskipun menang, statistik menunjukkan bahwa Real Madrid tidak sepenuhnya dominan. Benfica mencatatkan Expected Goals (xG) yang lebih tinggi (1.98 berbanding 1.11 milik Madrid). Namun, pengalaman dan efektivitas di depan gawang menjadi pembeda utama.
Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, memuji ketangguhan mental anak asuhnya. “Kami tahu ini akan menjadi laga yang sulit. Benfica bermain sangat luar biasa, tapi kami memiliki pemain yang tahu cara memenangkan pertandingan besar seperti ini. Saya sangat senang untuk Vinícius, dia layak mendapatkan momen ini,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Dengan kemenangan ini, Real Madrid mempertahankan rekor luar biasa mereka yang selalu berhasil lolos ke fase gugur Liga Champions setiap tahun di abad ini. Di babak 16 besar, raksasa Spanyol ini sudah ditunggu oleh lawan tangguh, antara Manchester City atau Sporting CP, yang undiannya akan dilakukan pada Jumat mendatang.
Susunan Pemain:
-
Real Madrid: Courtois; Alexander-Arnold, Rüdiger, Asencio (García), Carreras; Tchouaméni, Camavinga, Valverde; Arda Güler, Vinícius Júnior, Gonzalo García.
-
Benfica: Trubin; Dedić, Otamendi, Tomás Araújo, Álvaro Carreras; Aursnes, Barreiro, Richard Ríos; Schjelderup, Rafa Silva, Pavlidis.