
Sevilla, Spanyol – Jika ada satu nama yang merangkum comeback karier yang spektakuler, nama itu adalah Antony Matheus dos Santos. Setelah melalui periode penuh tantangan di Manchester United, winger lincah asal Brasil ini kini menemukan kembali magis-nya di La Liga bersama Real Betis, bertransformasi menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di kompetisi Eropa musim 2025/2026.
Paling anyar, ketajaman Antony kembali terbukti di panggung Liga Europa. Dalam matchday keenam yang krusial, Jumat (12/12/2025) dini hari WIB, Real Betis sukses mencuri kemenangan impresif 3-1 dari markas Dinamo Zagreb, Stadion Maksimir. Hasil ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Los Verdiblancos di kompetisi kasta kedua Eropa ini.
🔥 Sang Pemecah Kebuntuan: Gol Kedelapan di Momen Penting
Antony, yang tampil sebagai starter di bawah racikan taktik cerdas Manuel Pellegrini, adalah aktor utama yang memecah kebuntuan dan meletakkan fondasi kemenangan Betis. Pada menit ke-38, memanfaatkan celah dan kesalahan koordinasi fatal di lini belakang Zagreb, pemain berusia 25 tahun itu menunjukkan insting predatornya. Sebuah finishing klinis bersarang di jala lawan, membawa Betis unggul dan mengubah alur pertandingan.
Gol tersebut menjadi kontribusi gol kedelapan Antony bersama Los Béticos di semua kompetisi musim ini. Catatan statistiknya kini semakin mentereng: 8 gol dan 4 assist dari total 16 pertandingan. Angka ini merepresentasikan rata-rata kontribusi langsung ke gol setiap 115 menit — sebuah lonjakan performa drastis yang jauh melampaui statistik terbaiknya selama berada di Old Trafford.
Lebih mencengangkan lagi, Antony tengah menjalani streak performa terbaik dalam kariernya. Ia tercatat selalu menyumbang gol atau assist dalam empat pertandingan terakhir Betis secara beruntun. Konsistensi inilah yang membuat namanya kembali santer dibicarakan sebagai kandidat kuat untuk kembali mengenakan jersey timnas Brasil.
“Ya, sangat senang dengan gol tersebut, tetapi lebih senang lagi dengan performa tim dan meraih 3 poin yang sangat penting,” ujar Antony usai laga, dikutip dari Marca. “Saya harap saya bisa mencetak lebih banyak gol untuk membantu tim. Kami tahu betapa pentingnya hari ini untuk hampir 100 persen lolos. Kami terus maju, itu pertandingan yang hebat, bagus karena memberi kami kepercayaan diri buat pertandingan selanjutnya.”
🧩 Analisis Taktis: Kunci Sukses Antony di Bawah Pellegrini
Lalu, apa yang membuat Antony begitu meledak di Real Betis?
Kunci utama terletak pada kepercayaan penuh dari Manuel Pellegrini dan struktur taktis yang adaptif. Di bawah Pellegrini, Antony diberi peran sebagai winger kanan tradisional dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3. Berbeda dengan tuntutan taktis di United yang sering memaksanya bertahan atau memainkan peran inverted winger dengan finishing yang dipertanyakan, di Betis ia diizinkan untuk fokus pada kreativitas, dribbling satu lawan satu, dan penyelesaian akhir.
- Kebebasan Dribbling: Betis memfasilitasi Antony untuk lebih sering melakukan dribbling dan take-ons di final third. Dengan rata-rata 6.5 percobaan dribble per 90 menit (meningkat dari 4.8 di United), ia kini lebih efektif dalam menciptakan ruang dan peluang.
- Integrasi dengan Full-back: Kerja samanya dengan full-back seperti Héctor Bellerín atau Youssouf Sabaly memberinya opsi umpan balik dan overlap yang lebih terstruktur, mengurangi tekanan untuk selalu melakukan cut-inside yang mudah diprediksi.
- Finishing yang Matang: Peningkatan paling kentara ada pada efisiensi shooting. Dengan Expected Goals (xG) yang hanya sedikit di atas rata-rata, faktanya 8 gol yang ia cetak menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengambilan keputusan dan akurasi tembakan, menunjukkan kematangan sebagai seorang finisher.
Kebangkitan Antony juga secara langsung berdampak pada performa tim. Real Betis kini dikenal sebagai tim yang memiliki kedalaman serangan yang mematikan, tidak hanya bergantung pada striker utamanya.
📈 Implikasi Klasemen dan Jendela Transfer
Kemenangan di Zagreb ini tidak sekadar menambah koleksi tiga poin. Ini adalah penegasan status Real Betis sebagai salah satu kuda hitam serius di Liga Europa musim ini. Dengan hasil tersebut, Real Betis memperpanjang laju tak terkalahkan mereka dan kini bercokol di urutan keempat klasemen Grup C Liga Europa dengan koleksi 14 poin. Mereka hanya tertinggal 1 angka saja dari pemimpin klasemen, Olympique Lyon, yang berada di puncak. Lolos ke fase gugur, bahkan sebagai pemuncak grup, kini menjadi target realistis bagi tim asal Andalusia ini.
Lebih jauh, performa impresif Antony telah menarik perhatian klub-klub elite Eropa lainnya. Di tengah rumor yang mengaitkannya dengan potensi kepindahan permanen, pihak Betis dikabarkan tengah bergerak cepat untuk mengaktifkan klausul pembelian yang ada dalam kesepakatan peminjaman dengan Manchester United.
Menurut laporan media Spanyol, harga tebus Antony diperkirakan berada di kisaran €35-40 juta, sebuah angka yang kini terlihat sebagai investasi yang sangat cerdas, mengingat harga transfernya yang fantastis saat diboyong United. Jika Betis berhasil mengamankan jasanya secara permanen, mereka tidak hanya mendapatkan seorang winger kelas atas yang sedang berada di puncak performa, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang ambisi mereka di level domestik dan internasional.
Antony, yang genap berusia 25 tahun, kini memasuki prime kariernya. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, kebebasan berekspresi di lapangan, dan statistik yang berbicara lantang, ia telah melupakan masa-masa sulitnya. Ia tidak lagi dipandang sebagai pemain mahal yang flop, melainkan sebagai Monster Kontribusi baru yang siap memimpin Real Betis mengukir sejarah di kancah Eropa. Sisa musim ini akan menjadi panggungnya untuk membuktikan bahwa kebangkitan ini hanyalah permulaan.