
LONDON – Drama Derby London Barat kembali tersaji di Craven Cottage pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Chelsea, yang datang dengan ambisi mengamankan posisi di papan atas, justru harus pulang dengan kepala tertunduk setelah ditundukkan tuan rumah Fulham dengan skor tipis 1-2. Kartu merah dini yang diterima Marc Cucurella menjadi titik balik yang mengubah peta kekuatan sepanjang laga.
Petaka Menit ke-22: Kartu Merah Cucurella
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi khas persaingan dua tim bertetangga. Chelsea sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda dominasi di awal laga. Pada menit ke-19, sebuah kemelut di kotak penalti Fulham hampir saja membuahkan hasil. Moises Caicedo, yang berdiri di posisi menguntungkan, menyambar bola liar dengan tendangan keras. Sayangnya, refleks cepat Bernd Leno di bawah mistar gawang Fulham berhasil menggagalkan peluang emas tersebut.
Namun, momentum The Blues hancur berantakan hanya tiga menit berselang. Sebuah serangan balik cepat Fulham memaksa Marc Cucurella melakukan pelanggaran profesional terhadap Harry Wilson yang sudah dalam posisi on goal tepat di depan kotak penalti. Tanpa ragu, wasit mencabut kartu merah langsung dari sakunya. Keputusan ini memaksa manajer Chelsea harus memutar otak lebih awal untuk merombak strategi bertahan timnya yang pincang.
Bermain dengan 10 orang membuat Chelsea kehilangan kendali di lini tengah. Fulham, yang didukung penuh oleh publik Craven Cottage, mulai mengeksploitasi keunggulan jumlah pemain. Emile Smith Rowe hampir saja membawa The Cottagers unggul di menit ke-42, namun sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang Robert Sanchez.
Drama VAR dan Dominasi Fulham
Sebelum turun minum, pendukung Fulham sempat bersorak saat Harry Wilson menggetarkan jala gawang Chelsea setelah menerima umpan matang dari Sander Berge. Namun, kegembiraan itu hanya bertahan sesaat. Setelah melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena Raul Jimenez dianggap berada dalam posisi offside saat proses serangan dibangun. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Memasuki babak kedua, Fulham tidak mengendurkan serangan. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55. Sander Berge kembali menjadi kreator dengan mengirimkan umpan silang akurat ke tiang jauh. Raul Jimenez, yang cerdik mencari ruang, menyambut bola dengan sundulan mematikan ke pojok kiri gawang yang tak mampu dijangkau Sanchez. Skor 1-0 untuk Fulham.
Baca Juga:
Mampukah Momentum ‘The Gunners’ Melumat Liverpool di Puncak Klasemen?
Resiliensi Chelsea dan Balasan Liam Delap
Meski kalah jumlah pemain, Chelsea menunjukkan mentalitas petarung. Mereka perlahan mulai keluar dari tekanan dan mengandalkan serangan balik serta situasi bola mati. Pada menit ke-64, Liam Delap hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan lob yang mengincar celah di atas Bernd Leno, namun kiper asal Jerman itu melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis bola.
Kebuntuan Chelsea akhirnya pecah di menit ke-72. Berawal dari sepak pojok yang dikirimkan Pedro Neto, bek Fulham Antonee Robinson gagal melakukan sapuan dengan sempurna. Bola liar di tiang jauh langsung disambar oleh Liam Delap untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Harry Wilson Menjadi Penentu
Sayangnya bagi Chelsea, hasil imbang tidak bertahan lama. Keunggulan jumlah pemain Fulham benar-benar terasa di sepuluh menit terakhir pertandingan. Pada menit ke-81, Emile Smith Rowe melepaskan tembakan keras yang sempat ditepis oleh Robert Sanchez. Namun, bola muntah jatuh tepat di hadapan Harry Wilson. Dengan reaksi cepat, Wilson melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang, mengunci kemenangan 2-1 untuk Fulham.
Implikasi Klasemen: Fulham Tempel Ketat Chelsea
Kemenangan ini menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi skuat asuhan Marco Silva. Dengan tambahan tiga poin ini, Fulham meroket ke posisi kedelapan klasemen sementara Liga Inggris dengan total 31 poin.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Chelsea. Meski secara perolehan poin mereka masih sama dengan Fulham (31 poin), Chelsea terpaksa turun ke posisi keenam. Mereka hanya unggul dalam aspek selisih gol, namun konsistensi tim menjadi tanda tanya besar bagi para penggemar setelah performa yang kurang disiplin di laga ini.