Stadion Aspmyra kembali membuktikan keangkerannya bagi raksasa Eropa. Kali ini, giliran sang juara bertahan Liga Inggris, Manchester City, yang harus pulang dengan kepala tertunduk setelah dibekuk wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dengan skor telak 1-3 dalam lanjutan league phase Liga Champions, Rabu (21/1/2026).
Malam yang membeku di wilayah Utara Norwegia ini menjadi mimpi buruk bagi Pep Guardiola. Tak hanya kehilangan tiga poin, City juga harus kehilangan jenderal lapangan tengah mereka, Rodri, yang diusir wasit setelah menerima akumulasi kartu kuning dalam situasi yang sangat kontroversial.
Sengatan Kilat Kasper Hogh
Manchester City sebenarnya memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Inisiatif serangan langsung diambil lewat pergerakan lincah bintang muda mereka, Rayan Cherki. Baru lima menit laga berjalan, Cherki hampir membawa City unggul andai sepakan melengkungnya tidak ditepis secara heroik oleh kiper tuan rumah, Nikita Haikin.
Tak lama kemudian, peluang emas kembali lahir lewat sepak pojok Phil Foden yang disambut sundulan bek muda Max Alleyne, namun bola masih menyamping tipis di sisi gawang. Dominasi penguasaan bola City yang mencapai 70% di awal laga seolah menjanjikan kemenangan mudah. Namun, efektivitas menjadi pembeda malam itu.
Bodo/Glimt melancarkan serangan balik mematikan pada menit ke-22. Ole Blomberg melakukan solo run impresif dari sisi kanan sebelum melepaskan umpan silang akurat yang dikonversi menjadi gol oleh Kasper Hogh lewat tandukan tajam.
Hanya berselang dua menit, bencana kembali menimpa City. Max Alleyne melakukan blunder fatal di area pertahanan sendiri. Bola berhasil dicuri oleh Blomberg yang kembali memberikan asis matang untuk Hogh. Dengan tenang, penyerang tajam tersebut menceploskan bola untuk kedua kalinya, membuat papan skor berubah menjadi 2-0 dalam sekejap mata.
Baca Juga
Era Baru Pertahanan Etihad: Marc Guehi Resmi Milik Manchester City!
Momentum yang Sirna dalam Satu Menit
Memasuki babak kedua, Manchester City mencoba bangkit. Erling Haaland yang mendapat pengawalan ketat dari bek-bek Norwegia sempat memiliki peluang emas di akhir babak pertama, namun eksekusinya masih belum menemui sasaran.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, City justru semakin terbenam pada menit ke-58. Eks pemain AC Milan, Jens Peter Hauge, menunjukkan aksi individu kelas dunia dengan menusuk dari sayap kiri dan melepaskan tendangan melengkung ke pojok gawang yang tak mampu dijangkau Stefan Ortega.
Harapan sempat muncul bagi pendukung The Citizens ketika Rayan Cherki melepaskan tembakan jarak jauh yang sangat keras pada menit ke-60, menembus pagar betis dan menggetarkan jala Haikin. Skor 3-1 memberikan sinyal bahwa City memiliki waktu untuk melakukan comeback.
Namun, petaka sesungguhnya terjadi di menit ke-62. Rodri, yang biasanya dikenal sebagai pemain paling tenang, kehilangan kendali emosinya. Hanya dalam rentang waktu satu menit, ia menerima dua kartu kuning beruntun. Kartu merah ini seketika meruntuhkan moral City dan menutup pintu bagi skenario keajaiban di Aspmyra.
Analisis Taktis: Mengapa City Bisa Kalah?
Kekalahan ini menyoroti beberapa titik lemah di skuad City musim ini:
-
Kerentanan Transisi: Kecepatan Ole Blomberg dan Jens Peter Hauge mengeksploitasi lini pertahanan City yang dipasang terlalu tinggi oleh Guardiola.
-
Ketergantungan pada Rodri: Begitu Rodri keluar, sirkulasi bola City menjadi kacau. Nico O’Reilly yang masuk sebagai pengganti belum memiliki jam terbang cukup untuk mendikte ritme permainan di kompetisi seketat Liga Champions.
-
Faktor Lapangan Sintetis: Aspmyra dikenal memiliki rumput sintetis yang membuat laju bola lebih cepat, sesuatu yang nampaknya sulit diantisipasi oleh pemain-pemain City sepanjang laga.
Klasemen Sementara
Hasil ini membawa Bodo/Glimt merangkak naik ke posisi ke-26 dengan koleksi 6 poin, membuka peluang mereka untuk setidaknya masuk ke babak play-off. Sementara itu, meski kalah, Manchester City masih bertahan di urutan keempat dengan 13 poin, namun posisi mereka kini rawan digeser oleh tim-tim di bawahnya seperti Real Madrid atau Bayern Munich yang akan bertanding esok hari.
Pep Guardiola tampak sangat kecewa di pinggir lapangan. Eksperimennya memainkan pemain muda seperti Max Alleyne di lini belakang terbukti dibayar mahal dengan dua kesalahan yang berujung gol.
Susunan Pemain
Bodo/Glimt: Haikin, Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan, Evjen, Berg, Fet, Blomberg, Hogh, Hauge.
Man City: Donnarumma, Lewis, Khusanov, Alleyne, Ait-Nouri, Rodri, Reijnders, O’Reilly, Foden, Cherki, Haaland