MILAN – Kota Mode Italia kembali memerah. Stadion San Siro menjadi saksi bisu kebangkitan luar biasa AC Milan dalam laga bertajuk Derby della Madonnina, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Gol tunggal dari bek sayap asal Ekuador, Pervis Estupiñán, memastikan kemenangan tipis 1-0 atas rival abadi sekaligus pemuncak klasemen, Inter Milan.
Kemenangan ini bukan sekadar soal gengsi penguasa kota, melainkan pernyataan perang terbuka dalam perebutan gelar juara Serie A musim 2025/2026. Dengan hasil ini, Rossoneri sukses memangkas jarak menjadi 7 poin dari Inter, sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi Nerazzurri setelah rentetan 15 laga tak terkalahkan di liga.
Jalannya Pertandingan: Taktik Brilian Allegri
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Daniele Doveri, atmosfer panas langsung terasa. Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, mengejutkan banyak pihak dengan menerapkan formasi 3-5-2 yang sangat disiplin. Keberadaan veteran Luka Modrić di lini tengah menjadi kunci stabilisator serangan tuan rumah.
Inter yang tampil tanpa mesin gol utama mereka, Lautaro Martínez (masih dalam pemulihan cedera), tampak kesulitan menembus tembok kokoh Milan yang digalang Fikayo Tomori dan Strahinja Pavlović. Peluang emas pertama justru didapat Milan melalui Modrić, meski tendangannya masih melebar tipis dari gawang Yann Sommer.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-35. Berawal dari transisi cepat yang dirancang Youssouf Fofana, bola dialirkan ke sisi kiri tempat Pervis Estupiñán melakukan overlap. Dengan ketenangan luar biasa, mantan pemain Brighton itu melepaskan sepakan keras kaki kiri yang menghujam pojok atas gawang Inter. Skor 1-0 untuk Milan bertahan hingga turun minum.
Baca Juga
Benteng Kokoh Maignan dan Drama Menit Akhir
Memasuki babak kedua, Inter yang tidak ingin pulang dengan tangan hampa mulai meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Inter, Cristian Chivu, memasukkan beberapa tenaga baru untuk menggempur pertahanan Milan. Namun, Mike Maignan tampil bak pahlawan di bawah mistar gawang.
Drama sempat terjadi di masa injury time. Inter berhasil menggetarkan jala gawang Milan melalui skema tendangan sudut cepat. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena peluit belum ditiup saat bola dieksekusi. Protes keras para pemain Inter tidak mengubah keputusan, dan skor 1-0 tetap terjaga hingga akhir laga.

Analisis Pasca-Laga: “Pervis-Man” dan Harapan Scudetto
Pervis Estupiñán, yang sempat dikritik karena proses adaptasinya yang lambat sejak didatangkan pada musim panas 2025, kini menjadi pujaan baru publik San Siro. “Ini adalah gol terpenting dalam hidup saya,” ujar Estupiñán kepada media usai pertandingan.
Massimiliano Allegri, meski berhasil meraih kemenangan krusial, tetap mencoba merendah. Ia menegaskan bahwa target utama tim tetaplah mengamankan tiket Liga Champions, namun ia tidak menutup kemungkinan untuk mengejar Inter di sisa 10 pertandingan musim ini.
Statistik Pertandingan (Milan vs Inter): | Kategori | AC Milan | Inter Milan | | :— | :—: | :—: | | Penguasaan Bola | 37% | 63% | | Tembakan (Tepat Sasaran) | 7 (2) | 12 (2) | | Tendangan Sudut | 1 | 6 | | Kartu Kuning | 2 | 2 |
Klasemen Sementara Serie A (Pekan ke-28)
-
Inter Milan – 67 Poin
-
AC Milan – 60 Poin
-
Napoli – 56 Poin
-
AS Roma – 51 Poin
Kesimpulan: Derby yang Mengubah Peta Persaingan
Hasil ini membuktikan bahwa persaingan Serie A musim 2025/2026 masih jauh dari kata usai. Milan telah memenangkan dua pertemuan liga melawan Inter musim ini (keduanya dengan skor 1-0), sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada musim 2010/2011 saat mereka keluar sebagai juara.
Bagi Inter, kekalahan ini menjadi sinyal peringatan bahwa mereka tidak boleh lengah. Bagi Milan, gol Estupiñán adalah bahan bakar untuk terus berlari mengejar impian meraih Scudetto ke-20 mereka.