LIVERPOOL – Malam Eropa di Stadion Anfield kembali menunjukkan taringnya. Liverpool berhasil membalikkan keadaan dengan performa yang sangat dominan saat menjamu raksasa Turki, Galatasaray, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB. Tim asuhan Arne Slot sukses membukukan kemenangan telak 4-0, sekaligus memastikan tiket ke babak perempat final dengan agregat meyakinkan 4-1.
Babak Pertama: Gol Pembuka Szoboszlai dan Drama Penalti
Datang ke Anfield dengan beban defisit satu gol akibat kekalahan 0-1 pada leg pertama di Istanbul, The Reds langsung menekan sejak peluit pertama dibunyikan. Liverpool tidak butuh waktu lama untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-25, Dominik Szoboszlai menunjukkan kelasnya. Berawal dari skema sepak pojok yang terukur, gelandang asal Hungaria tersebut melepaskan sepakan yang tak mampu dihalau kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir. Skor 1-0 ini membuat agregat menjadi imbang 1-1.
Dominasi tuan rumah terus berlanjut sepanjang babak pertama. Galatasaray sempat mendapatkan pukulan telak saat striker andalan mereka, Victor Osimhen, harus berjuang menahan nyeri akibat cedera lengan setelah berbenturan dengan Ibrahima Konate.
Di penghujung babak pertama, Liverpool mendapatkan peluang emas untuk berbalik unggul secara agregat melalui titik putih setelah Szoboszlai dilanggar di kotak terlarang. Namun, Mohamed Salah yang maju sebagai algojo gagal menunaikan tugasnya; tendangan penaltinya berhasil ditepis oleh kaki Ugurcan Cakir. Kegagalan ini sempat membuat publik Anfield cemas, namun itu hanyalah awal dari badai yang akan datang di babak kedua.

Babak Kedua: Badai Gol dalam 11 Menit
Memasuki babak kedua, Liverpool tampil jauh lebih klinis. Hanya butuh waktu enam menit setelah turun minum, tepatnya di menit ke-51, Hugo Ekitike menggandakan keunggulan. Striker muda yang baru didatangkan ini menunjukkan penempatan posisi yang cerdik dengan menyambar umpan tarik matang dari Mohamed Salah di tiang jauh.
Belum sempat Galatasaray bernapas, papan skor kembali berubah dua menit kemudian. Pada menit ke-53, Ryan Gravenberch mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari sepakan Salah yang ditepis Cakir, bola liar langsung disambar oleh kaki kiri Gravenberch untuk membuat kedudukan menjadi 3-0. Gol ini praktis meruntuhkan mentalitas pertahanan tim tamu yang dikawal oleh Abdulkerim Bardakci dkk.
Puncak pesta gol terjadi pada menit ke-62. Mohamed Salah menebus kegagalan penaltinya dengan sebuah gol ikonik. Melakukan kerja sama apik satu-dua dengan Florian Wirtz di sisi kanan, Salah menusuk ke dalam dan melepaskan sepakan melengkung khasnya ke pojok atas gawang. Gol ini bukan sekadar penutup kemenangan, melainkan catatan bersejarah bagi Salah yang kini telah mengoleksi 50 gol di Liga Champions.
Baca Juga
Real Madrid Hancurkan Mimpi Manchester City: Vinicius Jr Jadi Mimpi Buruk di Etihad
Statistik dan Analisis Pertandingan
Statistik menunjukkan betapa timpangnya jalannya pertandingan. Liverpool mencatatkan penguasaan bola yang dominan dan melepaskan lebih dari 15 tembakan, sementara Galatasaray kesulitan keluar dari tekanan. Tim tamu bahkan harus kehilangan Noa Lang yang mengalami cedera tangan cukup parah di babak kedua, menambah penderitaan skuat asuhan Okan Buruk.
Liverpool sebenarnya sempat mencetak gol kelima melalui Alexis Mac Allister di masa injury time, namun gol tersebut dianulir oleh VAR karena adanya pelanggaran terhadap kiper sebelum bola masuk ke gawang. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 4-0 tetap bertahan.
Reaksi Arne Slot dan Langkah Selanjutnya
Pasca laga, manajer Liverpool, Arne Slot, menyatakan kepuasannya atas reaksi para pemain setelah hasil kurang maksimal di liga domestik akhir pekan lalu.
“Dari awal hingga akhir, kami memainkan pertandingan yang diharapkan para penggemar. Intensitas kami tidak menurun, dan hari ini kami menunjukkan standar permainan Liverpool yang sesungguhnya,” ujar Slot dalam sesi konferensi pers.
Kemenangan ini membawa Liverpool ke babak perempat final, di mana mereka sudah ditunggu oleh raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Pertemuan ini diprediksi akan menjadi salah satu laga paling dinantikan, mengingat PSG melaju setelah menyingkirkan Chelsea dengan agregat telak.
Dengan performa Hugo Ekitike yang mulai tajam dan kembalinya soliditas lini tengah yang dikomandoi Szoboszlai, Liverpool kini menatap sisa musim dengan optimisme tinggi untuk merengkuh trofi “Si Kuping Besar” sekali lagi.