inter vs roma

MILAN – Stadion San Siro menjadi saksi bisu dominasi mutlak sang pemuncak klasemen sementara Serie A. Dalam laga lanjutan pekan ke-31 musim 2025/2026 yang berlangsung pada Minggu malam (5/4/2026), Inter Milan tampil luar biasa dengan melumat tamunya, AS Roma, melalui skor mencolok 5-2. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tambahan tiga poin, tetapi juga mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat peraih Scudetto musim ini.

Babak Pertama: Kejutan Cepat dan Respon Serigala

Pertandingan baru berjalan satu menit, Inter Milan langsung menyentak pertahanan Roma. Bomber andalan mereka, Lautaro Martinez, berhasil menggetarkan jala gawang Mile Svilar melalui penyelesaian akhir yang dingin setelah memanfaatkan celah di lini belakang tim tamu. Gol kilat ini sempat membuat mental para pemain Roma goyah.

Namun, AS Roma asuhan pelatih mereka saat ini tidak tinggal diam. Perlahan tapi pasti, Giallorossi mencoba membangun serangan melalui lini tengah yang dikomandoi Lorenzo Pellegrini. Hasilnya manis pada menit ke-40, bek tengah Gianluca Mancini berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui situasi bola mati. Skor imbang ini seolah memberi harapan bagi pendukung Roma yang hadir di Milan.

Sayangnya, kegembiraan tim tamu hanya bertahan sesaat. Tepat di masa injury time babak pertama (45+2′), gelandang kreatif Hakan Calhanoglu melepaskan tembakan melengkung yang sangat indah dari luar kotak penalti. Bola yang meluncur deras tak mampu dijangkau Svilar, menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 untuk tuan rumah.

Baca Juga

Erling Haaland Cetak Hat-trick, Manchester City Gilas Liverpool 4-0

Babak Kedua: Badai Gol di Giuseppe Meazza

Memasuki babak kedua, Inter Milan tampil lebih beringas. Pelatih Inter tampaknya menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih menekan (high pressing). Strategi ini membuahkan hasil pada menit ke-52. Lautaro Martinez mencetak gol keduanya malam itu setelah menerima umpan matang dari Marcus Thuram yang berhasil mencuri bola dari kaki bek Roma, Rensch.

Hanya berselang tiga menit (55′), giliran Marcus Thuram yang mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Prancis itu menunjukkan kecepatannya dalam skema serangan balik cepat, mengubah skor menjadi 4-1 dan membuat pertahanan Roma kocar-kacir.

Belum puas dengan empat gol, Inter terus menggempur. Pada menit ke-63, gelandang dinamis Nicolo Barella ikut berpesta. Ia memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti untuk menaklukkan Svilar untuk kelima kalinya. San Siro pun bergemuruh menyambut gol kelima tersebut.

AS Roma sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70 melalui kapten mereka, Lorenzo Pellegrini, yang melepaskan tendangan akurat ke pojok gawang Yann Sommer. Namun, gol tersebut hanya menjadi hiburan semata karena sisa waktu pertandingan sepenuhnya dikendalikan oleh tim tuan rumah. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 5-2 tetap bertahan.


Analisis Pertandingan dan Klasemen

Kemenangan telak ini menunjukkan jurang pemisah yang cukup lebar antara Inter Milan dan AS Roma di musim 2025/2026. Inter tampil sangat efektif dengan mencatatkan 9 tembakan tepat sasaran dari total 16 percobaan, sementara Roma hanya mampu melepaskan 3 tembakan ke arah gawang dari 8 kali percobaan.

Dengan hasil ini, Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A dengan mengoleksi 72 poin, unggul sembilan angka dari pesaing terdekatnya. Di sisi lain, kekalahan memilukan ini membuat AS Roma tertahan di posisi ke-6 dengan 54 poin, sebuah hasil yang tentu menyulitkan ambisi mereka untuk menembus zona Liga Champions musim depan.

Dalam sesi konferensi pers, kubu Inter menyatakan bahwa mereka tidak ingin jemawa meskipun menang besar. Fokus mereka kini adalah menjaga konsistensi di tujuh laga tersisa. Sebaliknya, di kubu Roma, kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi lini pertahanan yang tampak rapuh saat menghadapi transisi cepat lawan.

Laga ini juga menjadi catatan spesial bagi Lautaro Martinez yang terus memimpin daftar pencetak gol terbanyak, serta pembuktian bagi Hakan Calhanoglu yang tetap menjadi metronom tak tergantikan di lini tengah Nerazzurri. Bagi para penggemar sepak bola Italia, duel ini sekali lagi membuktikan bahwa Serie A musim ini masih menjadi panggung pertunjukan bagi kebangkitan kejayaan sepak bola Milan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *